Tulisan yang dikaitkan 'hut ri'

Tirakatan yang Meriah

(Suasana tirakatan di belakang redaksi CSG)

Setiap malam sehari sebelum tanggal 17 Agustus di lingkungan belakang redaksi CSG digelar acara tirakatan. Tirakatan sendiri mempunyai arti tidak foya-foya dan tidak mewah. Pokoknya sederhana. Acara ini memakai jalan satu gang karena keterbatasan lahan. Saking banyaknya, para tetangga menonton acara ini dengan lesehan (duduk beralaskan tikar) karena kursinya sudah full booking. Anak-anak tetangga begitu antusias dan berpolah layaknya anak kecil (ya iya lah). Mereka duduk di depan sendiri dan lesehan. Saking senangnya, banyak anak tetangga yang meminjam hape dan kamera sang penulis. Keingintahuan mereka tampaknya sangat tinggi. Anak kecil tahu narsis juga ya :-D saat difoto. Walau pencahayaan kurang, yang penting para tetangga senang.

(Anak kecil pun bisa narsis)

Jam dinding menunujukkan pukul 07.30. Tirakatan dibuka dengan membaca doa dan menyanyi Indonesia Raya dan Hari Merdeka. Ironis, saat menyanyikan Indonesia Raya, para tetangga mengucapkan Indonesia menjadi Endonesia. I dibaca E tampaknya sudah mendarah-daging bagi seluruh warga negara Indonesia. Kemudian, saatnya ketua panitia membacakan sambutan. Tak tanggung-tanggung, yang menjadi ketua panitia adalah paman sang penulis.

(Sambutan ketuan panitia)                                             (Sambutan sesepuh RT)

Setelah membacakan sambutan, sesepuh RT turut mengisi sambutan. Yang namanya anak kecil ya anak kecil. Mereka ramai sendiri, tidak menghormati orang bicara. Polah sakkepenake dhewe (bertingkah laku semaunya sendiri). Sambutan sang sesepuh tak terdengar jelas karena celoteh anak-anak. Ya sudahlah, tak apa. Kalau sudah dewasa jadi apa nanti :-? Setelah sang sesepuh memberikan sambutan, ada pembacaan doa. Lagi-lagi anak kecil, sakkepenake dhewe. Apa belum diajarkan orang tuanya supaya jadi anak shaleh ya? Berikutnya, prosesi pembagian tumpeng yang menandakan bahwa orang muda ini harus melanjutkan perjuangan para orang tua.

(Prosesi pembagian tumpeng)

Walau namanya tirakatan, tetap saja meriah. Ada pembagian hadiah lomba memperingati HUT Proklamasi RI. Hadiahnya pun beragam. Ada dosgrape (tempat pensil), alat tulis, buku, baju, dan masih banyak lagi. Para tetangga juga menyumbang suaranya untuk memeriahkan acara tirakatan ini. Yang heboh lagi, ada lomba spontanitas. Para peserta dituntut cepat dan jeli. Misalnya, para peserta disuruh mengucapkan “satu sate tujuh tusuk“. Bingung kan. Bahkan, para peserta kebanyakan terbalik menjadi “satu tase tujuh sutuk“. Dalam tirakatan ini, ada juga lomba puisi spontan. Peserta mengarang sendiri puisinya

(Lomba puisi spontan)

Wah, lancar sekali. Sepertinya, punya ingatan yang sangat tajam. Tak enak bila tak ada doorprize. Seperti kebanyakan acara pada umumnya, pasti digelar pengambilan undian doorprize. Hadiahnya? Tak perlu ditanya. Yang penting orang senang. Para tetangga yang hadir dalam tirakatan serius mengamati nomor doorprizenya. Satu per satu nomor doorprize dibacakan. Walau ada yang tak menang, para tetangga tak putus asa.

(Penyerahan doorprize)

Ya, karena nenek sang penulis gerah dan digigit nyamuk serta jam dinding menunjukkan pukul 22.00, saya dengan berat meninggalkan arena tirakatan walaupun acara belum selesai. Mengigat besoknya sang penulis harus berangkat ke sekolah untuk mengikuti upacara 17-an :-)


CSG Photo Story
CSG on YouTube

CSG Photo Story on flickr

Sunrise before Take-off

Under the Esplanade Bridge

Inside the Anderson Bridge

Singapore skyline

More Photos

Ingin mendapatkan update terbaru seputar artikel di CSG? Masukkan alamat e-mail Anda di sini!

April 2014
S S R K J S M
« Mei    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kumpulan Artikel

Anda Pengunjung Ke:

  • 60,847

Official CSG Twitter Account


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.209 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: