Berbagai Platform Pengaduan Berbasis Teknologi Informasi yang Dapat Digunakan Kalangan Muda untuk Menciptakan Semarang Tangguh

IMG_0443

Saat ini, masyakarat dunia, khususnya dari kalangan muda tidak dapat dilepaskan dari jaringan Internet. Setiap hari, atau setidaknya sekali sehari, kalangan muda mengakses Internet mulai dari sekadar mengecek atau mengirimkan email hingga bersosialisasi dengan media sosial. Tidak heran bila pengguna terbesar internet di Indonesia berasal dari kalangan muda1 dengan range usia 18-25 tahun.

Berbicara mengenai ketahanan kota, salah satu poin yang dibahas dalam kualitas dari sistem ketahanan suatu kota2 adalah Terpadu, yang artinya sistem yang ada saling bersinergi. Dalam hal pengaduan masyarakat, hal ini merupakan kunci utama agar permasalahan yang ada di masyarakat dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat.

Dengan hadirnya teknologi informasi, birokrasi yang tidak diperlukan pada saat melaporkan pelayanan publik dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Seiring berkembangnya teknologi informasi, semakin banyak pula pengaduan masyarakat yang beredar karena masyarakat memiliki beragam jalur untuk menyampaikan uneg-unegnya dengan mudah tanpa dibayangi rasa malas dan takut.

Sebelum teknologi informasi secanggih seperti sekarang ini, masyarakat Semarang mulai lebih terbuka untuk menyampaikan uneg-unegnya dengan menggunakan teknologi informasi melalui rubrik Piye Jal yang dimunculkan di harian Suara Merdeka halaman khusus Semarang3. Rubrik Piye Jal merupakan alternatif dari rubrik Surat Pembaca. Piye Jal ditujukan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan uneg-unegnya kepada pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kota Semarang atau jajaran terkait dengan menggunakan teknologi Short Message Service (SMS). Uneg-uneg masyarakat bervariasi, mulai dari masalah pendidikan, kesejahteraan, dan sebagainya.

Sekarang ini, kita hidup di era media sosial. Kalangan muda sangat bebas dalam mencari dan menyebarkan informasi, karena banyaknya pilihan platform media sosial yang dapat mereka gunakan sesuai dengan kebutuhan. Seringkali kita mendengar keluh kesah masyarakat khususnya kalangan muda terkait pelayanan publik di media sosial. Alangkah bagusnya bagaimana keluh kesah tersebut dapat kita tampung dan kita cari solusinya bersama.

Dampak penggunaan media sosial saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Dengan media sosial kita dapat berbagi informasi kapanpun dan di manapun. Kabar mengenai peristiwa kebakaran Pasar Johar beberapa waktu lalu4 langsung tersebar sangat cepat. Foto-foto kejadian tersebut banyak bermunculan di media sosial. Itu artinya, masyarakat khususnya kalangan muda sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam penyebaran informasi karena lebih cepat dengan media konvensional.

Akun-akun twitter yang berisi informasi mengenai berita dan informasi di Kota Semarang sudah mulai banyak bermunculan, seperti contoh @KotaSMG, @WisataSemarang, dan sebagainya. Masyarakat pun dapat me-mention akun-akun tersebut terkait info terkini di Kota Semarang maupun dapat memberikan saran terhadap permasalahan yang ada di Kota Semarang.

Dalam tulisan kali ini sang penulis ingin berbagi pemikiran terhadap platform pengaduan masyarakat yang tersedia yang dapat digunakan oleh masyarakat Semarang khususnya kalangan muda. Platform tersebut berbasis di tingkat kota hingga nasional.

—–

petasmg1 (tampilan petasmg.com)

Platform pertama adalah http://petasmg.com/. Platform ini merupakan bagian dari program PekaKota5 yang diinisiasi oleh Hysteria. Hysteria merupakan organisasi yang bergerak di bidang seni apapun jenisnya. Kegiatan inti dari Hysteria adalah membahas mengenai isu-isu kota, dapat berbentuk diskusi, forum, atau penelitian tentang kota. Saat ini, mereka sedang melakukan proses pemetaan geografis-sosiologis tentang kampung dan sekaligus dikemas kedalam pemetaan online agar semua pihak bisa mengetahui apa apa yang terjadi di dalam kota.

Dalam petasmg.com, kita dapat memilih kategori yang akan dilaporkan seperti Bencana dan Darurat, Sampah dan Pencemaran, Rob, Fasilitas Umum, Kejahatan, dan sebagainya. Kita juga dapat melihat persebaran laporan menurut kategori berdasarkan wilayah di Kota Semarang

Cara melaporkan di http://petasmg.com/ sangat beragam, pembaca bisa mengirimkan laporan ke http://petasmg.com/index.php/reports/submit/, mengirimkan SMS ke 085574671002, menggunakan aplikasi mobile, mengirimkan email ke petakota@gmail.com, atau dengan mengirimkan tweet dengan hashtag: #petakota, #eventsmg , #agendasmg.

smartcity(tampilan Jakarta Smart City)

Penulis berharap http://petasmg.com/ dapat seperti http://smartcity.jakarta.go.id/, di mana kita sebagai masyarakat dapat memantau apapun yang ada di dalam kota secara real time, termasuk memantau kemacetan dan CCTV yang tersebar di seluruh penjuru kota. Alangkah lebih bagus apabila platform ini juga dapat kita manfaatkan untuk lebih mendorong ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Beberapa waktu lalu, di Pemprov DKI Jakarta bersama Pulse Lab menggelar http://kaki5.jakarta.go.id/ di mana kegiatan ini untuk memetakan pedagang kaki lima di DKI Jakarta dengan menggunakan twitter.

—–

laporgub1(tampilan Lapor Gub!)

Platform kedua adalah Lapor Gub!. Platform ini diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sistemnya dikembangkan oleh salah satu universitas swasta di Semarang. Lapor Gub! merupakan kanal pengaduan yang dapat digunakan oleh masyarakat, di mana permasalahan yang diadukan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Lapor Gub! diluncurkan pada tahun 20146.

Cara pelaporan melalui LaporGub juga cukup mudah. Pembaca dapat langsung menuju situs http://laporgub.jatengprov.go.id/ atau dengan mengirimkan SMS ke 082301300096

—–

lapor1(tampilan LAPOR!)

Platform ketiga adalah LAPOR!. Platform ini dikelola oleh Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

LAPOR! merupakan singkatan dari Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. Layanan ini pertama kali digagas pada akhir tahun 2012 oleh Kuntoro Mangkusubroto, Kepala UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan). Pada awal kemunculannya, LAPOR! Bekerjasama dengan Pemprov DKI7 untuk mengintegrasikan pengaduan pelayanan publik di wilayah DKI Jakarta

Kemudian pada Mei 2015, LAPOR! diluncurkan kembali oleh Luhut Binsar Pandjaitan8, Kepala Staf Presiden yang menjabat saat itu.

Masyarakat yang ingin memberikan pegaduan melalui LAPOR! dapat menuju situs http://lapor.go.id, mengirimkan SMS ke nomor 1708, mengirimkan tweet dengan mention ke @LAPOR1708 dan hashtag #LAPOR, atau dengan menggunakan aplikasi telepon pintar yang sementara baru tersedia untuk sistem operasi Android. Dengan LAPOR!, seperti halnya petasmg dan Lapor Gub!, masyarakat juga dapat melaporkan terkait pelayanan publik. LAPOR! sudah terhubung di lebih dari 80 Kementerian / Lembaga, 44 BUMN, serta 5 Pemerintah Daerah.

Meski Semarang belum termasuk dalam daftar pemerintah daerah yang bekerjasama dengan LAPOR!, kita sebagai masyarakat Kota Semarang dapat melaporkan hal yang bersifat nasional di Kota Semarang misalnya layanan listrik, telekomunikasi, bahan bakar, imigrasi, e-KTP, kereta api, bandara, BPJS, bank BUMN, pajak, dan sebagainya. Andaikan Pemerintah Kota Semarang sudah tergabung dengan LAPOR!, maka pengaduan pelayanan publik dapat terpusat seperti halnya DKI Jakarta dan Kota Bandung.

Kita juga perlu mengajak semua pihak agar nantinya layanan seperti petasmg, Lapor Gub!, dan LAPOR! dapat saling bersinergi dan diharapkan masalah yang ada di Kota Semarang yang menjadi kewenangan pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat saling diketahui oleh masyarakat dan penanganan permasalahan tersebut diharapkan dapat cepat terselesaikan secara tepat oleh pihak terkait. Hal ini tentunya sejalan dengan program 100 Resilient Cities9 untuk membantu Kota Semarang dalam menyusun dan menerapkan Strategi Ketahanan Kota.

Sudah banyak platform bermunculan yang tentunya dari setiap platform tersebut ingin mendorong partisipasi kalangan muda untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Mari kita awasi dan berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan kota demi terciptanya Semarang Tangguh.

—–

REFERENSI:

1) http://www.apjii.or.id/upload/statistik/Survey%20APJII%202014%20v3.pdf

2) http://100rcsemarang.org/faktor-framework/

3) http://www.suaramerdeka.com/harian/0301/13/kot11.htm

4) http://www.harianjateng.com/2015/05/foto-foto-kebakaran-pasar-johar.html

5) http://jateng.tribunnews.com/2015/08/31/pekakota-luncurkan-peta-online

6) http://dinhubkominfo.jatengprov.go.id/?p=1956

7)  https://sg.finance.yahoo.com/news/lapor-taking-deeper-look-indonesia-101131152.html

8) http://politik.news.viva.co.id/news/read/622308-kantor-staf-presiden-meluncurkan-sistem-lapor–buatan-ukp4

9) http://100rcsemarang.org/100rc