Kidzania = Nonton Bioskop 2x

tokohMengapa saya menulis judul seperti itu? Saya akan membahasnya. Kidzania, merupakan wahana permainan yang terletak di One Pacific Place, SCBD, lt.6, Jakarta. Kidzania merupakan tempat untuk mencoba seperti apa cita-cita sang anak. Terdapat lebih dari 100 profesi yang bisa dijalani. Kidzania punya maskot yang lucu namanya Urbano, Vita, Bache. Menurut informasi, cabang Kidzania baru ada 3 di dunia (Meksiko [negara asal Kidzania], Jepang, dan Indonesia [dalam hal ini Jakarta]). Jika Anda ingin membeli tiket untuk masuk ke Kidzania, sebaiknya Anda harus memesan jauh-jauh hari (lewat telpon atau internet). Pasalnya, peminatnya itu tidak sedikit. Antriannya panjang. Bahkan ada seorang ibu yang baru dapet tiket setelah mengantri 2 hari.

Ada 2 shift di sini. Untuk hari biasa, shift pertama pukul 09.00-14.00, shift kedua pukul 15.00-20.00. Waktunya sama kalau kita nonton film yang berdurasi 2 jam sebanyak 2 kali dan nongkrong di kafe 1 jam. Harga tiketnya aja juga membuat saya kejang (harga dibedakan menurut umur). Contoh, untuk anak-anak usia 4-13 tahun bayar 110 ribu, kalo weekend dan hari besar tinggal ditambah 40 ribu alias 150 ribu. Nah kalo 4 anak di hari Sabtu totalnya 600 ribu. Itu kalau saya cukup untuk beli flasdisk 128 MB 5 dus. Termpat ini terkesan seperti untuk anak wong duiten. Saya kebagian yang shift ke-2. Saat masuk, Anda akan dipasang sebuah gelang yang berfungsi sebagai pengganti ID dan cek. Nanti, cek itu ditukar untuk keperluan di sana. Mata uangnya bernama KidZos. Ceknya tadi senilai 50 Kidzos.

Pukul 15.00 tiba. Semua karyawan yang ada di dalam menari dan bernyanyi mars Kidzania. Para pengunjung mengira karyawan tersebut lagi sakit jiwa (nggak dibawa ke RSJ). “Bank” mulai penuh karena banyak anak mencairkan “cek” senilai 50 KidZos tersebut. “ATM”-nya juga ada dan mesinnya betulan. Pertama kali saya pergi ke “Painting School”. Untuk masuk arena dan keluar arena kita harus discan. ID-nya ya yang ada di gelang. Kalo kerja tugasnya gampang, cukup mewarnai gambari yang disediakan. Setelah selesai, anak-anak diberi “gaji” 8 Kidzos (semua arena yang bisa kerja gajinya sama). Kedua saya mencoba jadi apoteker. Memang, KidZania tempat yang tempat untuk mempromosikan barang dagangan. Misalnya, kalau di apotik “Kalau sakit minum Stimuno ya”. Tugasnya meracik obat dan ada yang jadi kasir.

Berikutnya, saya ke tempat pembuatan lolipop. Saat antri, ada anak yang dia anggap dia yang paling sugih. “Mau apa kamu, saya sudah 4 kali ke sini,” tutur sang anak dengan nada tinggi. Egois dan sombong banget ya. Saat masuk, kami disuruh memakai seragam, sarung tangan dan masker. Setelah itu, kita diajari membuat lolipop. Lolipopnya ya bawa pulang. Wah, kalo di Kidzania selain menghargai uang setelah bekerja sesuai cita-cita, kita juga harus bisa sabar dalam mengantri permainan yang ada di sana. Sistemnya role play (gantian).

Setelah itu saya ke “stasiun tv”. Untuk menentukan profesi di “studio”, diundi dulu siapa yang jadi. Untungnya saudara saya dan saya masuk ke depan kamera (tampil di tv). Wah seru banget deh. Saudara saya jadi presenter. Baca aja belum lancar, masa’ baca Kidzania jadi Kidzina.🙂. Tak terasa waktu cepat berlalu. Untuk info lebih lanjut kunjungi websitenya Kidzania disini

2 pemikiran pada “Kidzania = Nonton Bioskop 2x

  1. Ping balik: Berjihad di Batavia « Catatan Si Ghamdan

  2. Ping balik: Catatan Si Ghamdan » Blog Archive » Berjihad di Batavia

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s