Hanya karena Lolipop

(ilustrasi lolipop)

Berita dari Regghenamont.espero (weblog kelas 8 sang penulis). Kamis, 28 Februari 2008 merupakan pelajaran berharga bagi kami. Istirahat ke-2 hampir usai. Aku (sang penulis) sehabis dari ruang guru-mengantarkan buku matematikanya Pak Hen-tiba-tiba terkejut. Semua orang di kelas berkerumun jadi satu di satu titik. Ternyata seorang  teman sang penulis,  Rahmat Wibowo, keselek (Bhs. Jawanya tersedak) sebuah LOLIPOP (batangnya juga ikut masuk).

Dengan tindakan segera, Bowo (panggilan akrabnya) dibawa ke UKS dan pada akhirnya dibawa ke sebuah RS swasta di tengah kota. Menurut para saksi, Bowo makan sambil ketawa dan makan lolipop tsb kebablasan sampai batangnya ikut masuk. Bagaimana ekspresi Bowo tampaknya tak usah saya ceritakan (baca: sangat miris).

(korban kekejaman lolipop)

Beberapa dari kami setelah pulang sekolah langsung ke RS tempat Bowo ditolong. Besoknya, ia (si Bowo) masuk sekolah. Menurut penuturannya sendiri, ia makan sambil berbicara.

Cara mengambil lolipopnya?  Dilakukan dengan disedot dan katanya juga di-sport jantung (pemberian kejut jantung). Alhamdulillah, besoknya ia sudah masuk sekolah seperti biasa. Inilah pelajaran sangat berharga (seperti di tata krama makan), kita jangan makan sambil ngomong, nanti keselek (tersedak). Buktinya, ini dia. Nyata dan benar terjadi.

Makanan seharga 500 rupiah pun dapat “mengantar” kita ke “sana”.

HATI-HATI JIKA SEDANG MAKAN

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s