Unforgettable Memories: Goes to Jakarta with 8G

bareng-bareng

“Kesel tur seneng” (capek tapi senang). Itulah kata yang mungkin diucapkan dalam hati oleh para rombongan piknik Study Tour SMPN 2 Semarang, khususnya kelas 8G ini. Study Tour yang dilangsungkan dari 9 s/d 12 April 2008 ini mempunyai kisah yang bermacam-macam. Dari yang senang, sedih, bingung, kesal, semua ada di sini.

9 April 2008-Pukul 13.50 WIB. Para rekan kami sudah bersiap-siap dimenyantap makan siang bis. Bekal-bekal yang dibawa lumayan banyak (pada akhirnya ada yang nggak habis). Jenis-jenis bekal bermacam-macam, mulai dari donat J.CO, air, cincau kalengan, buah-buahan, nasi boks, dll. Tak lupa, kami berpamitan & minta restu ortu. Bahkan cowoknya si Lilis datang hanya untuk “say goodbye”. Para rekan kami pun ternyata tak ingin ketinggalan momen berharga saat piknik. Kamera analog (yang ada rol filmnya itu lho), kamera HP, kamera digital biasa, babadannya mana?hkan handycam (yang bawa hanya 1) pun tak terlewatkan untuk dibawa. Tentu saja, sangu (bekal) berupa duit pun tak ketinggalan. Dengan “bantuan” dari Fantasi Tour dan PO Nusantara kami langsung berangkat. Sebelum berangkat, Pak Tomo (kepsek) melihat kondisi terakhir para rombongan. Bis yang ditunggangi rombongan 8G ini bernomor 7 (bukan berarti jalannya paling belakangan). Dengan Pak Dar sebagai wali kelas 8G dan Bu Enny sebagai guru pendamping, rasanya klop banget deh. Melewati tol hingga nembus ke daerah Tugu, rasanya cepat sekali keluar Semarang. Pukul 17.00, para rombongan transit sebentar di RM Pringjajar, Pemalang. Makanan yang disajikan lumayan enak. Di restoran itu, ada kotak sulapnya lho. Ketika masuk ke lubang di belakang kotak itu, seolah-olah badan kita hilang. Tapi, saat akan sholat Maghrib, HP teman kami hilang. Setelah capek-capek mencari Hp Nokia N70-ME , akhirnya ketemu di tasnya Zhafira. Ternyata hilangnya itu akibat keteledoran dan kepikunan sendiri (pada akhirnya banyak kasus yang diakibatkan kepikunan). Si Ghamdan dan teman-temannya yang lain lega dari ancaman kena marah guru.Pukul 19.00, bis mulai berjalan kembali. Kini, Bramasta, yang dipercaya menjadi Sie Hiburan, memutar DVD di bus. Filmnya berupa horor. Karena perjalanan masih lama, banyak anak yang sudah tertidur pulas.

10 April 2008-Pukul 00.00 WIB. Ternyata, banyak anak yang tak bisa tidur. Tmalam di buseguh misalnya, ia tak bisa tidur seharian sehingga pada besoknya ia sakit. Yang tidak bisa tidur kebanyakan ingin melihat pemandangan malam. Ternyata, banyak anak yang sambil ngobrol untuk mengisi waktu. Sang penulis pun memotret anak yang sedang tertidur pulas. Makanan seperti donat pun dibagikan saat itu juga supaya tidak kelaparan. Andaikata, bila ada pom bensin, bis ini berhenti sejenak. Ini sangat menguntungkan bagi anak yang kebelet pipis. Kemudian, bila sudah lengkap semua, jumlah anak di bis dihitung lagi.

Takdi asrama haji terasa, bus sudah memasuki kawasan Jabodetabek, lebih tepatnya Bekasi pada pukul ± 03.00 WIB Asrama Haji Pondok Gede pun sudah di depan mata. Akhirnya, tiba juga kami transit untuk istirahat setelah perjalanan yang melelahkan selama 13 jam lebih. Kamar untuk perempuan ada di lantai 2, sedangkan untuk laki ada di lantai 3. Karena ada tv, maka saat itu juga para rombongan menyaksikan pertandingan sepak bola. Subuh masih lama, kamar sudah dibagikan. Kondisi kamarnya cukup mengenaskan. Yang penting bisa istirahat. Tapi, ada juga yang sudah bersiap-siap seperti Sholeh. Ia bab dulu, kemudian mandi. Setelah mandi, ia minta diambil gambarnya dengan kacamata hitam seperti mata-mata. Berikutnya, kamar perempuan (yang berisi Suci, Tanya, Herlina, dkk.) uenake pooll. Kenapa? Karena, kamar tersebut dipasang AC. Wah, rugi dong kita yang tak dipasang AC.

kelaparanWaktu menunjukkan pukul 04.30. Azan Subuh berkumandang. Ternyata, selain rombongan SMP 2 Semarang (selanjutnya disebut Espero), ada juga dari SMP lain lho…Masjid di asrama haji ini terhitung mewah. Tapi, air wudhunya seperti diberi kaporit. Menunggu pukul 06.30 itu masih lama. Maka, setelah sholat Subuh, kami bergegas menyiapkan pakaian yang akan dipakai saat akan pergi nanti dan memasukkan koper ke dalam bus. Akhirnya, tibalah waktu tersebut. Kami mengantri sarapan. Kok aneh ya? Kenapa? Karena penyajian makanan dari katering cukup lama, sehingga banyak rekan kami yang pergi ke kantin di depan asrama haji. Karena terlalu lama, kami langsung masuk bus dan berangkat menuju Bogor dalam keadaan perut keroncongan.

tidur duluSesampainya di Bogor, bis kami sebenarnya akan parkir di sebuah rumah makan padang. Karena tempat parkirnya nggak cukup, terpaksa kami parkir di sebuah terminal bus khusus bus pariwisata. Bukannya kami yang turun ke rumah makan tersebut, tetapi ada beberapa orang yang pergi ke rm tersebut untuk dibawa ke bis. Menunya nasi padang dengan daging rendang. Setelah makan, kami bergegas ke Istana Bogor. Dengan seragam kebanggan SMPN 2 Semarang, kami langsung masuk ke dalam kompleks Istana Bogor. Di dalam kompleks istana, kami disuguhi istana bogordengan hijaunya taman yang berada di sekeliling istana. Sekedar pengetahuan saja, Istana Bogor dibangun saat pemerintahan colonial belanda di bawah gubernur jendral G.W. Baron van Imhoff. Begitu masuk ke dalam istana, para rombongan takjub akan bentuk arsitektur istana ini. Tapi, sayang. Ada beberapa bagian istana yang sedang direnovasi. Selain itu, ada peraturan yang sangat menyakitkan bagi pecinta kamera: TIDAK ADA KEGIATAN MEMOTRET. Tapi, ada beberapa rekan kami yang berhasil mengambil gambar dari beberapa sudut di Istana Bogor. Setelah takjub beberapa menit akan keindahan arsitektur istana, saatnya foto bareng. Ada yang formal, ada yang gaul. Pilih dua-duanya saja.

Pukul 11:00 WIB. Saatnya shopping. Melewati tol Cikampek menuju ITC Cempaka Maa, kami siap adu mulut dengan para penjual toko demi mendapat harga miring dan juga sayang duit. Sesampainya di ITC, kami hanya diberi jatah waktu 1 jam. Terbilang aneh kalau shopping (belanja) hanya 1 jam. Jadwal kegiatannya mepet sih. Di mal ini, paling banyak tokonya itu toko baju perempuan. Kalau toko hp? Di lantai atas. Jarum jam menunjukkan pukul 12:00. Tak terasa cepatnya waktu ini. Sang penulis belum membeli satu pun barang. Ada beberapa rekan kami yang mencari oleh-oleh bersama Pak Dar. Wuih. Asyik banget ya. Sesampainya di bus, kami sekelas makan siang dijatah nasi box. Dagingnya cukup keras.

Pukul 13:30. Robongan sudah tiba di kawasan Jakarta Utara, lebih tepatnya kompleks Taman Impian Jaya Ancol. Dufan? Nanti. Sea World dulu. Saat kami masuk ke dalam Sea World, kami takjub akan keindahan hayati laut yang telah diciptakan oleh Allah SWT.

Ternyata, di Sea World juga ada piranha (ikan pemakan daging). Begitu masuk ke dalam terowongan anongkrong di dufankuarium, kami hanya bisa mengucapkan Subhanallah! Yah, sudah selesai. Tunggu! Ke Dufannya kapan? Begitu dari Sea World, kami langsung ke Dufan. Untuk menuju ke Dufan, setelah turun dari bus harus jalan kaki. Hah. Capek banget. Tapi ini sebanding apa yang kami dapatkan di Dufan. Saat di Dufan, ada yang ingin mencoba sensasi beberapa wahana baru, seperti Tornado, Extreme Log, dsb. Tak heran, ada beberapa rekan kami yang memencarkan diri untuk mencoba semua wahana yang ada di Dufan sampai kakinya luka-luka. Bahkan, saking senangnya di Dufan, seorang rekan kami berjalan-jalan mengelilingi Dufan dan ditemukan oleh rekan kami yang lain hingga nyaris pingsan. Ia hanya membawa sebotol air mineral dan tas sekolahnya.naik kicir-kicir

Pukul 17.25. Beberapa rekan kami ada yang sudah keluar dari area Dufan seperti Faisal dan Fikry. Mereka makan malam dulu di restoran yang jauh dari bus berada. Lumayan lah, fried chicken. Sampai selesai makan, kami menunggu rekan kami yang lain. Ternyata, mereka belum puas dan ingin di Dufan sampai tutup (pada akhirnya kehujanan). Hingga Magrib menjelang dan hujan turun dengan derasnya, rekan-rekan yang lain belum datang ke bus. Terpaksa, sambil menunggu mereka, 3 orang tersebut berkaraoke di bus. Lalu, ada rekan kami yang datang ke bus seperti Loli, Siva, Astried, Verina, dll. Seisi bus sangat cemas karena rekan-rekan kami (termasuk Pak Dar dan Bu Enny) belum datang hingga pukul 18.45. Bahkan, bus dari kelas lain (A-F) dengan setia menunggu kami hingga rombongan kami lengkap.

Pukul 19.00. Para rombongan 8G lengkap sudah. Dengan jaket kebanggaan 8G yang basah kuyup, kami langsung meluncur ke Desa Wisata TMII. Dua jam telah berlalu, saatnya istirahat. Guru di ruangan ber-AC sedangkan muridnya kipas-kipas. Sholat dulu sebelum tidur. Tapi, saat akan enak-enakya tidur, kami dikejutkan dengan 2 anak manusia yang sedang kasmaran dan kemudian mereka memutuskan untuk pacaran. Wuih, ini memang kejadian yang kami sudah duga (karena mereka pendekatannya sudah cukup lama). Setelah itu, si ini ditodong untuk dimintai PJ (Pajak Jadian [bagi yang baru pacaran]). Mengeringkan baju yang tadi kehujanan dan nge-charge hp itu mesti. Maka, 2 stop kontak dan dua steker T sudah cukup untuk men-charge semua gadget kami yang berbaterai. Tapi, saat akan tidur, Sholeh dikunci di kamar mandi dalam keadaan gelap.

11 April 2008-Pukul 04.30. Saatnya kemas-kemas barang dan kami sholat Subuh dulu. Mandi biar seger. Setelah itu, baru kami memasukkan barang-barang ke dalam bus lebih awal dari rombongan dari kelas llomba yelainnya. Tak terasa, sudah pukul 06.30. Sarapannya prasmanan lagi, tapi kali ini rombongan 8G paling awal menyantap sarapan. Setelah sarapan, kami dikumpulkan di samping bus untuk persiapan yel-yel. Memang, kelas kami yel-yelnya sehari sudah jadi. Kami siap untuk maju. Tampaknya, yel kami berdurasi paling singkat. Tak apalah, yang penting semangat. Karena masih pagi dan wahana di TMII masih tutup, maka kami hanya mengelilingi komples TMII 1x dengan bus. Setelah keluar dari TMII, kami langsung menuju ke Museum Gajah. Mengapa dinamakan Museum Gajah? Karena di depan museum ada patung gajah. Tapi sebenarnya nama museum itu adalah Museum Nasional. Isinya ya benda-benda purbakala. Lagi-lagi, bagi pecinta potografi harus menangis lagi. Sebab di front desk tertulis: “NO PHOTOGRAPH!” Tapi, ada juga yang berhasil memfoto beberapa koleksi dari Museum Gajah. Tentunya foto tersebut tidak kami publikasikan di sini. Kami sempat bertanya pada pikiran kami: Buat apa dipasang AC kalau Acnya mati. Gerah nih! Iya, ya. Saat di museum ini, kami kagum akan peninggalan benda-benda purbakala.

Pukul 11.10 Waktunya ke bus. Haqi besok ulang tahun. Tapi, Pak Dar meminta agar dirayakannya sekarang. Maka, Haqi membacakan cerita humor yang garing (nggak lucu). Cerita tersebut mungkin akan mudah dipahami bagi wong pinter. Setelah itu, kami langsung meluncur ke Planetarium. Tapi, sebelum kami ke planetarium, bagi yang Muslim melakukan Jumatan dulu. Masjidnya mblusuk-mblusuk agak ke belakang planetarium. Banyak sekali orang-orang berjualan buku di sini. Tak heran, ini memang wilayahnya Taman Ismail Marzuki.

Pukul 12.45 sudah saatnya kami ke planetarium. Pertama, kami masuk ke ruang pamer planetarium. Kami mplanetariumelihat berbagai koleksi, salah satunya ada meteor (bukan nama koran) jatuh ke bumi. Lalu, bebrapa menit kemudian, kami menuju ke lantai 2 planetarium. Memang, tampak seperti bioskop. Cara menontonnya tidaklah konvensional. Layarnya berbentuk kubah dan kita melihatnya ke atas. Tentu saja, proyektornya diletakkan tepat di tengah-tengah kubah. It’s showtime. Para rombongan memberikan applause yang sangat meriah. Kami memang baru pertama kali ke sini. Heboh, seperti menonton film 3D. Filmnya tentu saja berupa tata surya.

Setelah puas dengan bioskop kubah dan mepetnya waktu, kami langsung meluncur kkaraokee Cibaduyut. Di tengah perjalanan, ada kontes karaoke. Tentu saja, pesertanya ditunjuk oleh Pak Dar. Yang menjadi kontestan pun merasa malu dan was-was. Melewati tol yang sangat panjang, tak heran banyak yang tidur karena lama sekali. Walaupun lama, kami juga tetap harus menjalankan ibadah. Maka, bus kami transit sebentar untuk sholat Ashar.

agra fajarPukul 18.10 Sesampainya di RM Ampera, kami langung beranjak ke lt. 2. Kami ini layaknya seorang narapidana. Lauknya hanya dijatah tahu dan daging plus sambel lalapan. MInumnya teh botol. Tapi, kami juga harus cepat makannya. Belum sholat lagi. Setelah “puas” dengan makan dan sholatnya, kami dikejutkan dengan seorang pedagang boneka masuk ke dalam bus. Randy langsung berkata: “Nggak ada….”. Lalu si pedagang membalas:”Nggak ada apanya?”. “Nggak ada orangnya!,”Randy menjawab. “Berarti gue ini setan dong. Inget ya mas ini ……..(dihilangkan demi alasan yang logis)”.

Randy seketika langsung gelagapan dan takut setengah mati. Akhirnya, si pedagang tersebut keluar setelah diusir. Perjalanan kami dilanjutkan ke sentra sepatu, Cibaduyut. Kami bergegas belanja dan menawar harga yang kami inginkan. Perginya pun berombongan. Ada yang beli sepatu, tas, cemilan, dsb. Karena mepetnya waktu, ya sudah terpaksa shopping sekaligus perjumpaan kami di study tour tahun ini selesai sudah. Rombongan pulang dengan senang sekaligus capek pada keesokan harinya pukul 05.30. It’s unforgettable memories!

Saya mengucapkan terima kasih kepada fotografer yang sudah berpartisipasi dalam tulisan ini : R. Wibowo , Yahya N. , dan Herlina T

 

Satu pemikiran pada “Unforgettable Memories: Goes to Jakarta with 8G

  1. Ping balik: Berjihad di Batavia « Catatan Si Ghamdan

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s