Never Ending Plesir

Judulnya sengaja diplesetkan dari tagline Jogja (Never Ending Asia). Saya bersama keluarga pergi ke Kota Pelajar untuk sekadar melepas bosan selama liburan sekolah. Sekilas, seperti yang dilihat di media cetak maupun elektronik, Yogya merupakan tempat yang uenak untuk berplesiran. Mulai dari budaya, kuliner, tempat wisatanya cocok untuk Anda telusuri. Kawasan Malioboro misalnya. Kawasan ini tak pernah sepi dari pelancong sehingga jalanan pun dibuat macet karenanya. Bahkan, karena tak ada tempat parkir, seorang ibu turun dari mobil di tengah jalan untuk pergi ke tempat tujuannya. Para penduduk menyeberang jalanan sembarangan.

Tapi, itu tak usah dipikir.

Tujuan pertanma kami setelah masuk kota langsung ke Masjid Keraton. Kami hanya dapat sholat di “teras”-nya saja. Setelah itu, langsung bergegas ke Mirota Batik. Toko ini menjual segala macam barang berbau batik, kerajinan, bahkan barang antik. Karena tak ada tempat parkir, kami parkit di alun-alun. Tiba-tiba, seorang petugas satpol PP menyuruh kami untuk pindah ke tenmpat pakir lain (untung mobilnya tak disita). Oke deh. Saat di Mirota, saya bingung mau pilih apa. Harganya pun lumayan terjangkau. Setelah mampir dari Mirota, saya menyempatkan berfoto di perempatan monumen 1 Maret.

ghamdan

Karena badan sudah remuk-remuk, kami langsung menuju ke hotel di bilangan Adi Sucipto. Di hotel tempat kami menginap, ternyata ada juga orang-orang top menginap di sini seperti Hidayat Nur Wahid, DJ Winky.

Setelah check in, kami menuju rumah pakdhe yang ada di bilangan Gejayan. Sepanjang perjalanan, kami meng-share humor-humor yang menggelitik perut. Setelah dari rumah pakdhe kami makan malam di R.M. Suharti. Pelayannya mengenakan baju perlente (kayak businessman). Lengkap dengan dasi tapi tanpa jas. Yang makan di sini tumplek bleg (jadi satu) dengan orang yang merokok.

Driver kami menginap di “Newcastle”. Haaa? Berarti Pak Madi (driver) nginep di Inggris dong? Satu mobil tertawa terbahak-bahak. Besoknya, ia mengungkapkan bahwa ia telah berenang.

Aku : “Lho, pak, hotelnya ada kolam renangnya tho?
P. Madi : “Iya, dan saya juga berenang. Kamar saya deket dengan kolam renang jadinya saya
bisa liat orang lagi berenang.”
Aku : “Yang bener pak?”

Ketika melewati hotel yang dimaksud, nama hotel itu bukan Newcastle tapi RIVERCASTLE (River=sungai). Huahaha……hotelnya pinggir kali…….

Duh..duh….

Hari itu juga kami langsung menyambangi sebuah mall yang tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Di mall tersebut, ada tempat untuk seluncuran pake es (ice skating). Tempatnya tak begitu lebar. Malah, besar yang ada di Jakarta. Begitu sampai ke tempat yang dimaksud. Kami hanya melihat bahwa tempat tersebut masih ditutup. Terpaksa, kami menunggu 1 jam.

ghamdanAkhirnya, penantian yang lama membuat kami hampir ketiduran di lantai. Jujur saja, saya itu tak bisa memakai sepatu seluncur. Saya pun terpaksa minta tolong ke instruktrurnya. E…e…e…menalikan sepatu belum kelar malah salam plencing (pergi gak pamit) hanya untuk melayani pelanggan yang lainnya. Terpaksa saya memakai sepatu itu sendiri. Ketika masuk ke arena es, saya hanya bisa mangap. Wuih, baru kali ini saya dapat berseluncur dengan baik dan benar.

Selesai sudah catatan liburan saya dari Yogyakarta. Semoga kota ini aman dan tentram tanpa adanya aksi raja jalanan (motor) yang ugal-ugalan.

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s