J-U-J-U-R di TBRS

smp 2 semarang

(Wuryono Prakoso, wakil dari KPK, sedang memberikan materi)

Selasa pagi, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) seketika disulap menjadi lautan para siswa putih biru. Ya, murid Espero (SMPN 2 Semarang) selama sehari “pindah” ke TBRS untuk menghadiri acara yang bertajuk Pengenalan Anti Korupsi Sejak Dini yang diselerenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sang penulis bersama teman-teman yang lain sudah stanby sejak pukul 08.00, namun acara baru dimulai pukul 08.30. Para guru pun sudah bersiap dengan membawa absensi. Para siswa duduk di tempat yang sudah ditentukan. Kelas 9A mendapatkan kursi VIP, alias paling depan. Banyak pers datang ke tempat ini.

(Penyerahan kenang-kenangan oleh Drs. Soetomo, Kepala Sekolah SMPN 2 Semarang)


Acara pembuka adalah sambutan oleh Kepala Sekolah. Beliau mengingatkan untuk menjaga ketertiban selama acara ini berlangsung. Setelah itu, wakil dari KPK, Wuryono Prakoso, mendapatkan suvenir dari sekolah. “Walaupun saya hanya mendapatkan cinderamata seperti ini (wayang kulit dan plakat), saya tetap harus melapor ke KPK.”. Wah, ternyata menjadi orang KPK selalu diawasi. Sebelum acara inti yaitu pemberian materi, tim Paskibra mengibarkan spanduk sepanjang 15 meter yang berisi tanda tangan dukungan para siswa.

(Spanduk berisi tanda tangan dukungan anti korupsi. Foto by PPL Unnes)

Di sela pengibaran spanduk, dua wakil sekolah membacakan ikrar antikorupsi yang diikuti oleh seluruh murid. “IKRAR JANJI SISWA. Kami Siswa siswi SMPN 2 Semarang berikrar janji sebagai pelajar calon pemimpin yang antikorupsi. Kami berjanji sebagai pelajar untuk selalu menjunjung tinggi dalam setiap sikap dan perilaku sehari-hari, berpegang teguh pada nilai-nilai: Jujur, disiplin, tanggung-jawab, sederhana, kerja-keras, mandiri, adil, berani, peduli. Sehingga menjadi suri tauladan dalam menciptakan masyarakat antikorups (dibacakan dalam dwibahasa).”. Kurang lebih seperti itu. Tentu saja, spanduk tersebut diserahkan ke KPK, untuk kenang-kenangan juga.

Saatnya pemberian materi. Pak Wuryono Prakoso terlebih dahulu memutar video tentang korupsi. Tak pelak, video tersebut mengundang tawa seluruh hadirin.

“Kenapa kamu nggak pakai seragam?”

“Aku nggak mau pake seragam hasil korupsi bapak. Kayak gini aja (bertelanjang dada) udah adem. Gerah pake seragam hasil korupsi.”

(sang bapak seketika terkena serangan jantung)

Itulah sekilas cuplikan video yang pada intinya membahas tentang korupsi.

(Penayangan video)

Menurut Pak Wuryono, kini korupsi tak hanya identik dengan korupsi materi, melainkan juga korupsi watu. Kini jika kita melihat dengan mata kepalang, sebagian penduduk Indonesia melakukannya. Bahkan, korupsi di kalangan pelajar pun ternyata juga tak sedikit. Misalnya menyontek. “Itu sudah termasuk perilaku korupsi!,”. Maka dari itu, tak ada salahnya kita mendapat pelajaran mengenai anti korupsi. Namun, pemahaman seperti ini bisa juga dilakukan di pelajaran Matematika, PKn, dsb.

Jam menunjukkan pukul 11.15. Sesi tanya jawab dimulai. Sebagian besar hadirin yang bertanya pada intinya membahas mengapa koruptor tak dihukum mati. “Sebenarnya, itu sudah diusulkan.” Oke, kita tunggu saja. Ada juga yang bertanya :

“Apakah ada anggota KPK yang korupsi?”

“Ya, ada. Saat ini 2 orang sedang kami proses.”.  Namanya juga manusia…

“Apakah mobil dinas (plat merah) bila dipakai untuk keperluan keluarga termasuk korupsi?”

“Ya jelas….Itu kan memakai uang rakyat.”


Ingat, korupsi adalah cara kita untuk ke neraka.

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s