Catatan Akhir di SMP

Ya, tidak terasa blog ini telah menemani si penulis dalam kesehariannya dalam masa SMP. Saya sudah tidak menyangka akan secepat itu. Beberapa bulan terakhir saya memang sudah jarang posting dikarenakan schedule yang sangat padat untuk mempersiapkan ujian dan tes PPD SMA. Dalam kesempatan kali ini, saya akan menampilkan catatan akhir masa SMP saya, terurama di kelas IX.

Melukis Mural di Tembok

IMG_1581(Sang Penulis [paling kanan] bersama rekan-rekan ROCKSTAR IXA)


Setiap tahunnya, para siswa yang akan ujian praktek mendapat media menggambar berbeda. Untuk tahun ini, para siswa menggunakan media tembok untuk menggambar sebuah mural. Tentunya tidak bekerja secara individu, melainkan kelompok. Tema muralnya tidak lain adalah pendidikan dan lingkungan (pilih salah satu). Sebelumnya, satu kelas dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok masing-masing membuat satu sketsa sesuai tema. Saat merancang banyak masukan dari para anggota kelompok. Maka, beberapa hari kemudian sketsa pun jadi dan salinannya diserahkan ke guru pengampu. Setelah diseleksi pada pertemuan antar kelas (yang dihadiri oleh semua ketua kelas IX dan Aksel II), maka untuk masing-masing kelas terpilih dua karya. Maka, satu kelas yang semula 6 kelompok dilebur menjadi 2 kelompok (kecuali Aksel II, cukup 1 kelompok saja). Bagaimana dengan alat lukisnya? Sudah disediakan. Cukup bayar 80 ribu per kelompok (sudah termasuk kaleng cat 12 warna, beberapa kuas, pengencer, dan tiner).

IMG_1622

(Tempat untuk melukis pun sudah ditentukan pada pertemuan antar kelas, 1 kelas @ 2 kelompok bersebelahan)

Saat hari H, hanya kelasnya si penulis dan kelas IXB saja yang mengerjakan ujian praktek (UP). Jadwalnya pun sudah ditentukan jauh-jauh hari. Yang unik adalah, semua siswa menggunakan baju yang notabene sudah jarang dipakai (baca: calon gombal). Biar nggak repot nyuci, bisa langsung dibuang, ha..ha..ha..

Pembagian tugas masing-masing kelompok berjalan cukup baik. Ada yang mengerjakan sketsa kasar, melukis garis tepi, ataupun menjadi bartender cat. Keakraban dan kerjasama pun sangat kental.

Semua anggota kelompok memberikan kontribusi penting dalam pengerjaan mural ini. Canda tawa berbaur dalam kebisingan Jl. Dr. Cipto yang selalu dilalui oleh angkot dan bis umum. Karena ada yang sudah tampak kelelahan, maka ada beberapa teman kami yang membeli jajanan.

Wah, hampir lupa. Karena hari ujian prakteknya adalah hari Jumat (siangnya ya harus jumatan), maka waktu pengerjaan dibatasi s/d pukul 11.00. Sampai deadline yang ditentukan, pengerjaan sudah mencapai tahap finishing, kalau dikalkulasi sekitar 92%. Tak apa, bisa dilanjutkan esok hari. Tangan sudah berlumuran cat, tiner pun menjadi pengganti sabun. Tak apa. Mural ini diharapkan dapat memberikan motivasi bukan hanya bagi warga sekolah melainkan juga masyarakat kota Semarang pada umumnya


Tobatnya Si Tobil

snapshot20090709172422

(Kelas IX-A saat showtime dalam pentas seni intern SMP 2 Semarang)

Ujian Praktek Seni Musik (biasanya berupa drama musikal) di sekolah sang penulis ini melibatkan semua teman-teman satu kelas. Sudah menjadi tradisi tahunan, jika UP Seni Musik berupa pagelaran seni yang diisi oleh kelas IX & aksel II. Panitia pensi (pentas seni)-nya pun anak-anak kelas IX & Aksel II. Persiapan drama di kelas sang penulis cukup matang, 3 bulan lamanya latihan. Namun, ketika seminggu menjelang UN dan 2 hari sebelum Ujian Sekolah, latihan drama di-postpone dulu.

Dalam chapter kali ini, saya mencoba mengulas behind the scene-nya.

Perumusan alur cerita dan naskah dialog dimulai pada bulan Maret, dimana pada bulan tersebut sering diadakan try out (uji coba) UN. Perumusan dilakukan oleh beberapa rekan sang penulis. Perumusan diwarnai pengajuan pendapat dan pemikiran yang sangat kritis. Baru pada seminggu kemudian naskah dan cerita sudah jadi, yang berjudul Tobatnya Si Tobil. Drama ini menceritakan seorang anak yang bernama Tobil (Agra) saat masa balita nurut sama orang tua namun saat beranjak dewasa si Tobil ini mulai menunjukkan kenakalannya, seperti bermain judi menjelang adzan maghrib. Setelah berjudi, Tobil pun minggat dari rumah dengan dalih mau beli pulsa. Mak Saidah (Nineteen) pun merasa tertipu bertahun-tahun lamanya. Selama di perantauan, Tobil menemui tokoh-tokoh aneh tapi memberikan motivasi bagi dirinya. Sebut saja team Bajak Laut, Jeng Kellin, Borok Obama (plesetan dari presiden AS), dsb.

210320094458 210320094459

(Suasana perumusan naskah)

Agar semua teman-teman terlibat (tentunya agar adil),  dibentuklah kepanitiaan tingkat kelas yang mengurusi drama musikal ini. Pembentukan panitia juga melibatkan satu kelas, dan pendapat para rekan-rekan dapat teraspirasi semua. Dalam menentukan lagu apa yang akan dipakai, tim kreatif rembugan terlebih dahulu. Untuk tim band, nantinya dapat mengaransemen lagu sendiri

(Suasana latihan perdana)

Latihan perdana dimulai pada tanggal 9 April 2009, bertepatan dengan pemilu legislatif. Karena ruang kelas dikunci, maka kami pun latihan di depan laboratorium komputer I lantai 3. Namanya juga latihan perdana. Masih banyak yang gelagapan (gugup), bahkan isin (malu). Tak apa. Scene yang paling sulit menurut saya adalah scene Jeng Kellin dan Bajak Laut. Jeng Kellin (Annisa) ini setiap latihan selalu tertawa ha..ha..ha..(tertawa malu). “Ini aja baru 41 (jumlah siswa IXA), belum seluruh sekolah,”tutur Fira. Maka, ada pelatihan khusus bagi Empe (panggilan akrab Annisa) seperti latihan kepercayaan diri (wow!). Untuk scene Bajak Laut, dimana bagian awal scenenya seperti yang tercantum di skenario mensyaratkan menari dengan backsound “Beraksi” dari Kotak. Kami pun menjadi koreografer dadakan (yang penting handal).

Hari-demi-hari telah dilalui oleh kami, tentunya berbagai try out juga telah kami lalui.

Karena bosan dan was-was jika latihan di kelas, maka ada beberapa rumah yang dijadikan sebagai tempat latihan. Latihan pada tanggal 6 Mei diadakan di rumah Fira. Latihan kali ini sangat meriah, juga didukung oleh suasana sekitar rumah Fira yang sejuk. Konsumsi pun juga telah dipersiapkan dengan matang

(Suasana kegembiraan saat latihan di rumah Fira)

Besoknya, tempat latihan diadakan di redaksi CSG. Latihan di redaksi CSG kali ini juga sama meriahnya dengan latihan di rumahnya Fira.

PHTO0107

(Beberapa snapshot saat berlatih di redaksi Catatan Si Ghamdan)

Tapi ada yang mengejutkan dalam latihan tanggal 23 Mei. Saat scene Jeng Kellin, Agra minta ijin sebentar dan Agra pun digantikan oleh Kevin. Ha? Sesuatu yang mengganjal. Ternyata, ada sesuatu di balik semua ini. Namanya juga masa remaja, ha..ha..ha.. Dan ia pun mengatakan iya (bahasa kerennya “Yes, I Do!”). Applause dari teman-teman sangat meriah. Ini yang sudah kita duga sebelumnya.

Namanya juga manusia biasa, di tengah jalan ada rekan kami yang tidak sejalan dengan pendapat kami. Tapi lama kelamaan juga manut dan mengerti. Sehari sebelum pentas, performance kami diperlihatkan terlebih dahulu oleh Pak Daryono di ruang musik. “Waktunya pas 30 menit, tapi Cuma lebih beberapa detik.”. Lega….Saat hari-H, semua properti telah dipersiapkan dengan matang. Di belakang panggung, semua aktor berdandan terlebih dahulu. Yang memakai kaos kelas pun banyak yang dirangkap, karena setelah cerita selesai satu kelas menari bersama. Di tengah-tengah saat menari bersama, Agra dan Empe menerbangkan burung merpati dan di barisan belakang menerbangkan burung yang kecil-kecil

snapshot20090822195143

(Wali Kelas IXA, Ibu Rochaeti, saat memeriksa persiapan drama kelas)

PIC_0014PIC_0020PIC_0023

(beberapa snapshot proses persiapan)

Kami mendapat nomor undian 5 dari 8 kelas yang tampil. Sebelum kami tampil, kami terlebih dahulu doa bersama dan menyatukan tangan kami sambil berteriak: “ROCKSTAR JAYA…..”. Inilah penantian kami selama 3 bulan, saatnya showtime. Semua sudah siap di posisi masing-masing. Pada awalnya merasa dag-dig-dug, tapi setelah banyak latihan, rasa itu tak muncul. Terkadang, untuk imporvisasi, ada beberapa dialog yang ditambahkan sendiri. Ho..ho…ho. Setelah kami selesai tampil, para audiens memberikan applause yang sangat meriah. Memang, drama kami temanya jauh berbeda dengan kelas lain, yaitu cinta antara ibu dan anak yang sarat akan nasihat dan inspirasi.

Tanggal 20, Tanggal Penentuan

Sebagaimana kita ketahui, tanggal 20 Juni adalah hari penentuan bagi seluruh murid SMP/MTs/sederajat di Indonesia untuk mengetahui hasil UN yang menentukan masa depan. Dalam kriteria kelulusan, selain lulus UN siswa juga harus lulus Ujian Sekolah. Ya.

Tahun 2009 merupakan tahun yang merupakan tahun penuh tantangan. Bagaimana tidak, setiap hari mulai semester II para siswa masuk sekolah pukul 06.00 guna mengikuti jam ke-0 (jam tambahan). Setiap harinya para siswa termasuk si penulis dibekali berbagai materi UN. Bahkan, guru dari salah satu lembaga bimbel dan beberapa motivator pun didatangkan ke sekolah. Sampai akhirnya pada tanggal 27 April, hari untuk menentukan hidup atau mati, pelaksanaan UN. Hasilnya baru diketahui pada tanggal 20 Juni ini.

Para orang tua mendapatkan undangan untuk hadir di sekolah. Trataknya pun sudah disiapkan. Sang penulis ditugasi untuk menjadi penerima tamu. Beberapa rekan sang penulis pun berkumpul dan saling berdiskusi. Jarum jam menunjukkan pukul 10.00, saatnya mulai diumumkan. Ibu Heppy sebagai MC mulai membuka acara.

Para siswa termasuk sang penulis pun kini mulai was-was. Setelah Bu Heppy membuka acara, Pak Bani Haris menyampaikan sambutan, disusul Pak Tomo.

Saat jumlah anak peraih nilai 10 per mata pelajaran disebutkan, para orang tua, rekan-rekan sang penulis dan sang penulis sendiri kini mulai bertanya-tanya. Menurut penuturan ibu saya, puluhan pasang mata para orang tua murid kelas IXA tiba-tiba langung tertuju ke Ibu sang penulis dan menjadi pusat perhatian dadakan karena diduga sang penulis mendapat nilai 10 pada salah satu mata pelajaran, terutama bahasa Inggris. Kepala sekolah kini menginstruksikan untuk membuka amplop yang telah dibagikan oleh wali kelas. Dag-dig-dug-serrr…..Setelah orang tua membuka amplop berwarna putih  (diibaratkan seperti membuka amplop gajian),  semua orang tua bangga bukan riang. SMP 2 Semarang lulus 100%. Lalu siapa yang mendapat nilai 10? Itu masih tanda tanya. Semua orang tua saling share nilai UN  (atau yang biasa kita kenal dengan NEM [Nilai Ebtanas Murni]) ke orang tua yang lain.

200620094693200620094694

(Kegembiraan menyelimuti seluruh guru, murid, dan orang tua. Tampak: Ibu Etty [sebelah kiri berbaju ungu, melambaikan tangan] dan Pak Bani Haris [memegang mic])


Setelah puas meng-share nilai satu sama lain, saatnya para siswa melakukan sujud syukur di lapangan depan. “Hari ini kita berbangga hati karena kita mengembalikan kejayaan 2 tahun lalu.”. Sujud syukur dipimpin oleh Pak Bani Haris dan diikuti oleh seluruh murid dan guru. Hebatnya lagi, tidak ada acara corat-coret seragam dan aksi keliling kota dengan trek-trekan. Beda dari sekolah lain. Sebagai simbol kelulusan, para siswa mencopot baju seragamnya, dan secara simbolis pula seragam tersebut diberikan ke Pak Tomo. Akhirnya, penantian kami selama ini dengan penuh kerja keras tercapai juga. Alhamdulillah….

200620094698

(Beberapa siswa yang ditunjuk secara simbolis mencopot seragam SMP-nya sebagai tanda kelulusan)


Horison lantai 9 kalau Plasa Simpang Lima lantai 7

270620094708

(Suasana megah pada acara pelepasan siswa kelas IX & Aksel II SMP 2 Semarang)

Seorang wakil dari Dinas Pendidikan Kota berkata,”Hebat sekali, untuk sekelas SMP bisa menyelenggarakan pesta pelepasan semegah ini.”. Para audiens memberikan applause yang meriah. Ya, tanggal 27 Juni, seminggu setelah pengumuman hasil UN, merupakan hari syukuran (pelepasan) siswa dan orang tua yang dilaksanakan di Hotel Horison lt. 9 atau Plasa Simpang Lima lt. 7 . Bertepatan dengan hari syukuran, tanggal 27 Juni sekaligus pengumuman PPD SMA RSBI tahap II yang bikin jantung dag-dig-dug-serrr. Sambil menunggu, para siswa, termasuk sang penulis; menikmati sajian acara yang disediakan. Kelasnya si penulis ini mebuka acara berupa pertunjukkan band. Ibu si penulis pun karena tidak betah duduk berlama-lama, jadi diputuskan untuk pulang lebih awal.

S5002613

(Sang penulis [tengah, berkacamata] berfoto bersama teman-teman)

S5002618

S5002620

(Beberapa skrinsut saat sang penulis berfoto bersama)

Berbagai macam acara pun disuguhkan satu per satu. Ada juga pertunjukan berupa drama musikal yang bertajuk “Opera Dunia”. Di sela-sela pertunjukkan, ada pembagian doorprize yang hadiahnya (sangat) menarik. Salah satu teman saya mendapatkan doorprize berupa sandal jepit swallow.

Selain hiburan, acara penyerahan secara simbolis orang tua ke siswa juga tak luput dari agenda acara. Setelah itu, ada acara yang ditunggu-tunggu. Yaitu pembagian hadiah bagi siswa berprestasi dan siswa yang mendapatkan nilai 10 pada UN dan US. Bagi yang mendapatkan nilai 10 mereka mendapat duit sebesar 100 ribu. Sayang, sang penulis tak ikut dalam kegembiraan ini. Tak apalah..

Pukul 12.00 saatnya makan siang. Tempatnya pun sudah dipersiapkan. Tetapi, tempat makan bagi para siswa kursinya hanya bisa dihitung dengan jari (seperti itulah prasmanan). Tetapi, mengingat sabda rasul yang menyatakan bahwa makan sambil berdiri hukumnya haram, maka area yang masih kosong digunakan sebagai lesehan. Pakai karpet kok. Setelah makan, saatnya doa bersama yang dipandu oleh Pak Hanung. Di saat doa, tak pelak ada siswa yang sedikit menitikkan air mata. Hik..hikk..Mungkin karena tidak dapat berkumpul lagi seperti saat SMP.

Acara pun selesai. Para siswa dan orang tua pun pulang dan mengucapkan terima kasih kepada guru-guru. Bagi yang belum pulang, ada yang memanfaatkan waktunya untuk berfoto bersama seperti sang penulis lakukan. Sebelum pulang, saya pamit ke guru-guru sekaligus mengucapkan terima kasih.

Akhir kata, tibalah saatnya kita mengucapkan adios, sayonara, sampai jumpa pada kesempatan yang berikutnya. Telah banyak kisah dan kenangan di SMP walaupun ada yang belum saya posting ke blog ini karena saking banyaknya dan harus diseleksi mana yang akan ditampilkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membimbing sang penulis selama 3 tahun di SMP.

Terima kasih…

*untuk chapter “Ujian Praktek Seni Rupa” sebagian dokumentasi oleh Adit ‘Gepeng’ Syarif

*chapter “Horison lantai 9 kalau Plasa Simpang Lima lantai 7” sebagian dokumentasi oleh Raditya Luthfi

(Kelas IX-A saat showtime dalam pentas seni intern SMP 2 Semarang)

Ujian Praktek Seni Musik (biasanya berupa drama musikal) di sekolah sang penulis ini melibatkan semua teman-teman satu kelas. Sudah menjadi tradisi tahunan, jika UP Seni Musik berupa pagelaran seni yang diisi oleh kelas IX & aksel II. Panitia pensi (pentas seni)-nya pun anak-anak kelas IX & Aksel II. Persiapan drama di kelas sang penulis cukup matang, 3 bulan lamanya latihan. Namun, ketika seminggu menjelang UN dan 2 hari sebelum Ujian Sekolah, latihan drama di-postpone dulu.

Dalam chapter kali ini, saya mencoba mengulas behind the scene-nya.

Perumusan alur cerita dan naskah dialog dimulai pada bulan Maret, dimana pada bulan tersebut sering diadakan try out (uji coba) UN. Perumusan dilakukan oleh beberapa rekan sang penulis. Perumusan diwarnai pengajuan pendapat dan pemikiran yang sangat kritis. Baru pada seminggu kemudian naskah dan cerita sudah jadi, yang berjudul Tobatnya Si Tobil. Drama ini menceritakan seorang anak yang bernama Tobil (Agra) saat masa balita nurut sama orang tua namun saat beranjak dewasa si Tobil ini mulai menunjukkan kenakalannya, seperti bermain judi menjelang adzan maghrib. Setelah berjudi, Tobil pun minggat dari rumah dengan dalih mau beli pulsa. Mak Saidah (Nineteen) pun merasa tertipu bertahun-tahun lamanya. Selama di perantauan, Tobil menemui tokoh-tokoh aneh tapi memberikan motivasi bagi dirinya. Sebut saja team Bajak Laut, Jeng Kellin, Borok Obama (plesetan dari presiden AS), dsb.

(Suasana perumusan naskah)

Agar semua teman-teman terlibat (tentunya agar adil), dibentuklah kepanitiaan tingkat kelas yang mengurusi drama musikal ini. Pembentukan panitia juga melibatkan satu kelas, dan pendapat para rekan-rekan dapat teraspirasi semua. Dalam menentukan lagu apa yang akan dipakai, tim kreatif rembugan terlebih dahulu. Untuk tim band, nantinya dapat mengaransemen lagu sendiri

3 pemikiran pada “Catatan Akhir di SMP

  1. Wah , bagus sekali catatannya
    kapan – kapan sharing dengan ik kelas ya, biar bisa menulis dengan baik
    Good Luck!

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s