Ligasha “Sweet” Memories

(Sang penulis [2 dari kiri, melambaikan tangan] bersama anggota tim sepak bola X- Olimpiade)


*walau sebenarnya kelas sang penulis tidak menang dalam acara ini, tak ada salahnya diceritakan kan? Hohoho….

Tahun 2010 ini bisa dibilang tahun sepak bola. Apa pasal? Tahun 2010 ini akan diselerenggarakan pertandingan Piala Dunia yang akan membuat semua orang seakan-akan ‘tersihir’ akan sepak bola. Nah, kayaknya kok pas banget ya di rumah kedua sang penulis belakangan ini (sebenarnya udah selesai acaranya) diadakan pertandingan sepak bola antar kelas yang dinamai LIGASHA (LIGA GANESHA). Diselerenggakan oleh salah satu subsie, yaitu GFC. Bertempat di lapangan belakang PDAM Semarang, pertandingan ini dimulai pukul 15.00 (shift I) dan pukul 16.00 (shift II).

Tapi, bagaimana sang penulis menyikapi hal ini. Saya hanya berkata dalam hati: “wow….ada sepak bola, bisa ndak ya. Sepak bola aja aku mboh-mbohan, belum tentu bisa…”. Yak, sang penulis ini (dengan sangat jujur) jarang sekali melakukan aktivitas olahraga di lingkungan rumah, apalagi sepak bola. Nggak ada lapangannya. Setiap harinya saya dikurung dalam jadwal yang amat sangat ketat.

Cukup deh pembukanya. Kini kita masuk ke inti.

(menggunakan laptop si Sita untuk mewarnai filenya)

Persiapan bagi kelas sang penulis ini diawali setelah UAS Gasal. Waktu itu hanyalah desain seragam, menentukan warna dan bahan yang cocok. Saya berkesempatan untuk mewarnai dan memasukannya ke dalam format .cdr (Corel Draw). Sebelumnya, 2 rekan saya sudah mengikuti technical meeting. Ada salah satu peraturan yang kedengarannya sangat asing bagiku.

Bila sepatu terlepas, maka akan didenda sebesar…..

“Kok bisa?”

“Ini peraturan internasional”

“OOO….. “

Baru saat awal semester II, kira-kira habis Live In, Ligasha pun dimulai. Pertandingan awal kami adalah melawan X – 11. Tetapi, ada satu hal yang sangat kami perhatikan. Walau kami juga belajar teori olahraga, dan itupun juga di-tes teori-kan, tetap saja theory is quite different than practice.

Lokasi pertandingan terletak di lapangan PDAM, Sampangan. Kami mendapat jatah pertandingan pada sesi I. Ada yang lucu saat kami berangkat menuju ke lokasi, tim lawan ternyata juga mengikuti kami dari belakang!

Cuaca agak mendung. Sepertinya akan hujan. Tak apa.

Begitu kami sampai, beberapa membantu membawakan konsumsi yang dibawakan sang penulis. Mulai dari snack, minuman, dan tentu saja bagi pemain yaitu KFC Black Pepper. WOW!

Priitt….

Saatnya kami memasuki lapangan. Sebelum bermain, kami semua bersalaman (fair play gitu).

(bersalaman sebelum memulai pertandingan)


(rekan-rekan putri yang semangat mendukung kami)

Babak pertama pun dimulai.

Karena sebelum berangkat sempat hujan deras, rerumputan di lapangan agak basah dan hal ini membuat sang penulis harus hati-hati. Apa pasal? Sang penulis tak memakai sepatu bola (maklum nggak beli), hanya memakai sepatu yang biasa dipakai untuk sekolah. Liciiiinnnn. Verdy, yang menjaga gawang pun rupanya juga waspada dikarenakan di depan gawang terdapat kubangan lumpur yang siap menelan mangsa. Semua itu tak menhalangi kami dalam bermain.

Menit demi menit terus berjalan. Tim sang penulis belum mencetak gol satu pun. Hanya tim lawan yang sudah mencetak angka 5 jumlanya.

(suasana ketegangan saat bola hampir masuk ke gawang tim X – Olymp)

Priiittt….

Kini saatnya kami untuk istirahat. Di pinggir lapangan, rekan-rekan putri sudah membukakan makanan & minuman untuk kami. Suuegerrrrr. AIr mineral 2 kardus yang dibawa olehku pun langsung dilahap seluruh rekan-rekan sang penulis.

(suasana istirahat tim X – Olimpiade)

Waktu istirahat telah habis. Saatnya kami masuk ke lapangan lagi. Tentu saja, kedua tim harus mengganti posisi gawang mereka.

Waktu tinggal 30 menit lagi, tapi pada akhirnya kami KALAH TELAK. Pemenang pada pertandingan kali ini adalah X-11. Namun masih ada 2 pertandingan lagi yang harus kami jalani di babak penyisihan ini.

Setelah pertandingan usai, saatnya kami makan siang.

Konsumsi bagi pemain, yang disediakan oleh sang penulis, bisa dibilang sangat WAH. Menunya aja KFC, Hot Black Pepper lagi. Pastinya bagi yang memakannya akan merasa ngiler. Begitu kami makan KFC, semua orang iri dengan kami. Termasuk tim lawan yang berbekal konsumsi seadanya dan panitia LIGASHA…hehe…

(nikmatnya makan bersama, hehe…)

Apa komentar teman-teman sang penulis mengenai konsumsi yang wah ini?

Dalam setiap pertandingan, dibutuhkan kebersamaan dan kekompakan. Wow.

Sekian

*photo courtesy: Kumala Audi Kusuma, Rachmaniar Ratrianti

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s