Peristiwa 17 April

Satu bulan lamanya pembinaan di perpustakaan

Selama itu banyak kejadian yang heboh yang saya alami

Tibalah saatnya kami untuk bersaing dengan ratusan pelajar lain

dari seantero kota.

Sabtu itu, tak seperti hari Sabtu yang biasanya

Biasanya kalau hari Sabtu datang ke sekolah bisa berleha-leha, santai-santai

Dapat bercanda tawa dengan seluruh rekan-rekan

Makan di kantin dengan leluasa

Tapi kali ini sangat berbeda!

SANGAT BEDA!!


(Dipercaya menjadi salah satu venue saat OSN 2006. Kini, menjadi tuan rumah OSK pada 2010)

Sabtu, 17 April 2010, rumah kedua sang penulis dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Sains Nasional tingkat Kota Semarang (biasa disebut dengan Olimpiade Sains Kota). Seluruh pelajar seantero kota bersaing dalam seleksi ini agar nantinya dapat maju ke ajang bergengsi ini ke tingkat provinsi.

Tentu saja, karena SMAGA menjadi tuan rumah, seluruh aktivitas ekstrakurikuler ditiadakan. Seluruh siswa diliburkan. Jika ada yang masuk, paling bukan mengikuti OSK, melainkan LKS 2 MPK.

Sang penulis dan seluruh rekan-rekan yang mengikuti OSK harus datang pagi, sekitar pukul 6.30. Sehari sebelumnya, Pak Hari telah memberi wejangan kepada peserta yang akan berlaga dalam ajang ini.

Ingat! Lebih baik hujan keringat sebelum bertanding daripada hujan air mata setelah bertanding

kurang lebih seperti itu wejangan dari Pak Hari.

Sebelum tes dimulai, sang penulis dan salah seorang rekan saya, Icho, melihat daftar peserta yang ditempel di papan di kanopi.

(Busyet….banyak amat….ruangan ane di mana??)

Karena pesertanya dari seluruh sekolah se-kota Semarang, bukan tidak mungkin jika ada rekan-rekan sang penulis saat SMP mengikuti seleksi ini. Dan ternyata dugaan saya benar. Tetapi sayang, kok saya nggak liat mereka ya?? Nggak apa deh, paling nanti kalo selesai ketemu.

Bukan anak SMAGA namanya jika di depan Tata Usaha (TU) menjadi tempat asyik untuk berkumpul bersama.

(Tetap belajar walau pelaksanaan OSK tinggal menghitung menit)

Oh iya, hampir lupa. Seleksi OSN tingkat kota ini mengujikan 8 bidang mapel, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Astronomi. Sang penulis mengambil Informatika. Bersama Sangaji, Dhewa, Cahyo aka Hendro, Fandy, Sindhu, Alvin, Icho, Amin, bersiap untuk menaklukkan soal-soal yang telah dipelajari satu bulan lamanya. Materinya tidak lain adalah algoritmika, pseudopascal, aritmatika.

Weleh….

Salah satu rekan saya yang tak mau disebutkan namanya menyeletuk:

“Dengan menggunakan seragam OSIS, rasanya kok seperti akan melaksanakan mid semester saja….

Kalau dipikir-pikir, kok rasanya bener juga ya….

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 7.30, dan tiba-tiba terdengar bunyi bel yang bunyinya seperti alarm kebakaran, yang artinya para peserta harus masuk ke ruang tes.

Sebelum masuk ke ruang tes masing-masing, kini saatnya berdoa bersama. Harapannya semog aapa yang telah dipelajari dengan susah payah selama satu bulan lamanya dapat menuai hasil.

Apalagi, ini pertama kalinya sang penukis mengikuti ajang bergengsi semacam ini, walau beberapa tahun lalu juga pernah mengikuti lomba sejenis tapi langsung masuk tingkat nasional, wejian…

Saya bersama Dhewa, Fandy, dan Icho memasuki ruang TIK-2. Pengawas pun datang. Ha? Ternyata pengawasnya gurune dhewe…..Alhamdulillah…..

Beberapa saat kemudian, sang pengawas memulai membagikan form biodata yang harus diisi oleh peserta dan lembar soal. Cukup banyak yang diisi. Sang penulis dengan terpaksa mengosongkan bagian “KODE POS SEKOLAH” dan “NO. FAX SEKOLAH”.

Maklum belum tahu…….

Bel pun kembali berbunyi. Saatnya peserta mengerjakan soal-soal. Begitu saya membuka soal No. 1, yang terpikirkan di benak saya hanyalah: Isine logika matematika kabeh….

15 menit telah berlalu, tetapi ada satu peserta yang datang terlambat. Dengan langkah seribu kaki, ia pun langsung duduk dan mengisi form serta membuka soal.

Tiba-tiba, anak itu berkata….

Pak, kok soalnya MATEMATIKA semua?

Kami pun terkejut dan kaget.

Masa’ sih? Sini saya tukar, tutur sang pengawas

Begitu sang pengawas menukarkan naskah soal tersebut dan anak itu mulai mendapatkan gantinya….

Lho, Pak, soalnya kok sama seperti tadi?

Sang pengawas bingung…dan bertanya kepada peserta yang lain apakah naskah soalnya sudah betul atau belum. Ternyata seluruh peserta menjawab betul….

…………………………….

Bidang Informatika dijatah waktu hanya 2,5 jam. Itu pun belum tentu selesai. Apalagi, terdapat beberapa soal yang gampang tapi tidak ada jawabannya.

SOAL BONUS BARANGKALI….

Di sela saya menghitung, saya sempatkan melihat ekspresi rekan-rekan yang lain. Si Fandy mengenyitkan dahi dan menggaruk-garukkan rambutnya. Mas Icho sepertinya serius. Si Dhewa tidur sejenak……

Peserta di depan sang penulis ini tampaknya PEDE. Seluruh soal dijawab semua. Entah betul atau salah saya nggak tahu. TAPI, bidang Informatika ini ada sistem minus point. Jawaban salah -1.

Duh…

Akhirnya, 2.5 jam dilalui dengan ‘bahagia’. Kepala nggak pusing tapi mata saya rasanya sampe pedes.

Setelah acara ini berakhir, kami sempatkan untuk makan-makan di kantin sambil melepas rasa pusing kami setelah mengerjakan 60 soal banyaknya

Bagaimana dengan pengumumannya???

Ya, ditunggu saja 2 minggu lagi….

————————————————–

29 APRIL: Untuk kelas X-nya nggak ada yg 3 besar. Peringkat 1, 2 untuk seluruh mapel rata-rata disabet oleh SMA S*******

Tak apalah. Sudah berikhtiar dan bertawakal. Masih ada hari esok….

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s