Anjangsana #2 di Rumah Si Ghamdan

(Sang Penulis [depan baju putih] berfoto bersama rekan-rekannya [minus Yasinia & Addin] usai acara buka puasa bersama)

Setelah sukses menggelar anjangsana pada 21 Juni lalu, kini sang penulis memberanikan diri  untuk menggelar anjangsana kembali di bulan Ramadhan. Ya bisa dibilang sekalian buka puasa bersama. Acara ini sebenarnya dimulai pukul 16.15, namun seperti biasa, para tamu undangan hadir 15 menit lebih telat dari jadwal.

Ada yang menarik dari anjangsana kali ini. Anjangsana ini  kini dihadiri oleh 29 dari 32 rekan-rekan sang penulis dari kelas XI – Olimpiade. Sungguh di luar dugaan karena pada anjangsana lalu hanya 17 orang yang hadir. Salut!

Sehari sebelum anjangsana dimulai, rekan-rekan sang penulis menanyakan apa menu yang akan dihidangkan pada hari-H. Ada yang menyarankan agar dihidangkan soto, bahkan ada yang menyarankan agar menunya sama seperti anjangsana pertama. Pada akhirnya, sang penulis lebih memilih menyajikan sate ayam, cap cay, dan mie goreng serta gorengan berupa tempe mendoan. Minumannya? Teh hangat dan nutrisari

Lebih INDONESIA!

————————-

O iya, siapakah tamu pertama yang hadir dalam anjangsana kali ini. Tidak lain adalah si Safira dan Sita, disusul oleh Camelia, Agatya, dan Yaris. Sembari menunggu yang lain datang, si Safira dan si Sita langsung menuju ke ruang tengah dan meminta sang penulis untuk menyetel tv.  Ternyata, pada jam tersebut sedang disiarkan konser yang menampilkan musisi terkenal seantero Korea Selatan. Tak berselang lama, si Nova dan Audi datang.

Mereka sebenernya ingin melihat siapa tho?

Pengen ngeliat SHINee, tampilnya live lagi.

Begitu bintang yang dimaksud tampil, suasana di ruang tengah tak ubahnya seperti di  pelataran konser, penuh sorak-sorak. Hahahaha. Sementara bagi yang tidak melihat tv seperti si Sangaji, Ricko, dan Yaris membaca komik di internet.

(Andaikan saya tak berlangganan KBS, apa yang akan terjadi?)

————————-

Alhamdulillah, akhirnya seluruh tamu undangan pun datang di saat hampir waktunya berbuka puasa.

Langsung saja, channelnya pun diganti TVRI Jateng. Seluruh tamu pun sudah bersiap dengan minuman di tangannya. Udah nggak sabar minum ya..

Saatnya menghitung mundur….

Begitu suara bedug terdengar, sontak kami pun langsung berdoa berbuka puasa bersama.

Setelah berdoa, teh dan nutrisari langsung meluncur ke kerongkongan. Segerr rasanya setelah berpuasa seharian. Setelah puas minum teh dan nutrisari, saatnya kami sholat maghrib sebelum kami makan main course. Ada yang menarik saat sholat maghrib. Sholatnya dibagi menjadi dua kloter. Saat sang penulis sedang khusyuk shalat, beberapa rekan sang penulis menjahili hingga sang penulis hampir batal shalatnya.

Hayooo si ghamdan ngguyu…..

Dengan sekuat tenaga sang penulis menahan tertawa dan untungnya shalat berjalan normal.

Yang lebih menarik, bagi yang telah menunaikan shalat maghrib pada kloter pertama langsung menyantap dan mengambil lauk sepuasnya? Ha? Jadi dengan terpaksa ‘melupakan’ rekan-rekan yang sedang shalat di kloter kedua

Salahnya nggak sholat bareng….

(Hanya ini snapshot saat makan-makan berlangsung)

Jadi, yang shalat pada kloter kedua bisa dibilang hanya mendapat sisa-sisa lauk. Untung, masih ada cadangan sate ayam dan lontong. Sambil menyantap makanan, para tamu menikmati sajian film Night At The Museum 2 yang membuat tertawa terbahak-bahak.

Jujur, saat makan, sang penulis hanya menyantap 2 sendok makan saja.

Seperti kata salah seorang rekan sang penulis:

Tuan rumah kan nomer 2. (Maksudnya melayani tamunya, hahaha).

Setelah puas dengan makan-makan, kami pun melanjutkan menonton film. Selain menonton film, ada juga beberapa dari kami yang sedang mendandani si Yasinia dan Addin karena akan tampil di balaikota bersama tim paduan suara.

(Kamar utama berubah  menjadi ruang make-up dadakan)

Di samping itu, ada juga yang bermain pokeran. Bagi yang kalah ‘mendapatkan’ bedak di pipi seperti saat GPLB. Hahaha.

Namun, ditengah semua keceriaan itu tiba-tiba terjadi hal yang tidak menyenangkat.

PET!

WAAAAAAAAAAA…..LAMPUNYAA MATIII….

HA? MASA?

Seluruh ruangan menjadi gelap gulita. Yang sedang asyik menonton film langsung terperanjat berdiri. Lampu emergency pun mulai menyala.  Begitu sang penuls mencoba melihat suasana di luar rumah, TERNYATA DI SEKELILING LISTRIK MASIH MENYALA.

Lampune jeglek (kelebihan beban). O ya pantes, ac-ne urip kabeh (Pantas, ac di seluruh ruangan hidup semua).

Maka dengan terpaksa harus mematikan 2 dari 3 ac yang ada di rumah ini. Maaf ya hahaha..

Acara pun dilanjutkan kembali. Namun, si Yasinia dan Addin sudah harus pamit menuju ke balaikota. Wah, sayang sekali. Tiba-tiba ada ide agar suasana ramai kembali, Si Isti dan Audi pun pergi untuk membeli cemilan sejenak di minimarket. Begitu mereka tiba, cemilan yang dibelinya langsung ludes tanpa sisa.

Sang penulis nggak kebagian -__________-

Sebenernya sih ada ide lain yaitu nyumet mercon, namun letak rumah sang penulis di pinggir jalan besar tak memungkinkan untuk itu. Dikhawatirkan akan mengganggu pengguna jalan.

————————-

Secara keseluruhan, anjangsana kedua ini sangat meriah dari anjangsana sebelumnya. Sekali lagi, sang penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah hadir dalam acara ini😀

(Si Yoga mengendarai sepedanya dari rumahnya di bilangan Tlogosari untuk menghadiri anjangsana kali ini)


3 pemikiran pada “Anjangsana #2 di Rumah Si Ghamdan

  1. Ping balik: Anjangsana #3 di Rumah Si Ghamdan « Catatan Si Ghamdan

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s