Anjangsana #3 di Rumah Si Ghamdan

(Sang penulis berfoto bersama rekan-rekan #FruitFamily dalam rangka syukuran ulang tahun sang penulis ke-17)

Sang penulis kembali menggelar anjangsana #FruitFamily di rumah sang penulis (#FruitFamily lebih mengenalnya dengan Redaksi Catatan Si Ghamdan). Setelah sebelumnya menggelar anjangsana dalam rangka syukuran kenaikan kelas dan buka puasa bersama, anjangsana kali ini digelar dalam rangka syukuran ulang tahun sang penulis ke-17 pada tanggal 10 Januari 2011 lalu.

Anjangsana ini dimulai bada Maghrib. Namun, ada juga beberapa rekan sang penulis seperti Yaris, Ricko, Irham Rosyadi, Nabila Rachma hadir terlebih dahulu dan melaksanakan sholat maghrib di rumah sang penulis. Si Yhani, Putri Fajar, Tia Kanza, Nova Soraya dkk. bahkan masih memakai seragam sekolah. Keluarga sang penulis yang terdiri dari nenek, pakdhe, om, dan tante juga turut hadir dalam anjangsana ini. 2 hari sebelumnya, ibu dan adik sang penulis pulang ke Semarang untuk menjenguk sang penulis , tetapi mereka kembali ke Jakarta 3 jam sebelum anjangsana dimulai.

(bermain game sambil menunggu rekan-rekan #FruitFamily datang dalam anjangsana)

 

(Beberapa rekan #FruitFamily berfoto bersama dengan hidangan utama anjangsana)

Karena keterbatasan waktu, maka agenda yang ada di anjangsana sebelumnya seperti menonton film tidak dapat diadakan dalam anjangsana kali ini. Agenda anjangsana kali ini langsung pada acara syukuran yaitu doa bersama, tiup lilin, dan makan tumpeng bersama.

(prosesi pemotongan tumpeng)


(snapshot saat makan0makan berlangsung)


HADIAH ‘TERMAHAL’ DARI #FRUITFAMILY

Sebelum anjangsana dimulai, lebih tepatnya saat sang penulis masih berada di sekolah, ada kejadian yang sangat aneh. Tiba-tiba, laptop sang penulis hilang setelah sang penulis meminta tanda tangan ke kepala sekolah untuk mendaftar sebuah kompetisi karya ilmiah tingkat nasional.

Padahal, saat itu sistem moving class tidak diberlakukan karena kelas XII sedang melaksanakan Try Out UN 1. Sang penulis pun bertanya kepada seluruh rekan  #FruitFamily, namun mereka tak tahu di mana laptop sang penulis berada.

Kok rasanya aneh ya? Biasanya kalo ada barang hilang, #FruitFamily pasti heboh bukan main. Tapi, ini kok reaksinya biasa-biasa aja ya? Padahal barang yang hilang laptop lho…

Sang penulis pun mencari ke sekeliling ruangan Matematika-4, baik mencari di dalam laci meja maupun memeriksa tas seluruh rekan #FruitFamily, namun hasilnya tetap nihil. Menelepon ke rumah pun juga tak ada hasilnya.

Aku masih ingat betul, laptop aku bawa ke sekolah. Disimpan di dalam tas, engga dipinjam ke siapapun.

Sang penulis pun mulai frustasi dan bingung karena laptop tersebut masih akan digunakan untuk mengirim formulir pendaftaran tersebut. Sang penulis menyeletuk:

Ini kalo diantara kalian ada yang ngumpetin, aku laporin ke pihak berwajib.

Akhirnya, sang penulis pulang tanpa laptop kesayangan.

Hingga anjangsana berlangsung, sang penulis masih memikirkan keberadaan laptop sang penulis. Sang penulis bahkan tak sempat menikmati hidangan anjangsana berupa tumpeng. Namun, tiba-tiba, beberapa rekan #FruitFamily seperti Sita dan Tia membawakan kue ulang tahun dan hadiah berupa bantal dan sebuah kotak.

(Sang penulis berfoto bersama dengan hadiah yang masih misterus)

 

(Sang penulis meniup lilin untuk yang kedua kalinya)

 

(Sang penulis bersama Nonog dan bantal pemberian #FruitFamily)

Sang penulis mencoba menanyakan apa isi kotak tersebut. Seluruh rekan #FruitFamily menjawab serempak “Ini baju, ndan.”. Sang penulis mulai curiga karena kotak tersebut terlalu berat untuk sebuah baju. Sang penulis pun mencoba melempar kotak itu ke atas. Seluruh rekan-rekan #FruitFamily sontak berteriak. Kecurigaan sang penulis pun bertambah. Saatnya membuka kotak tersebut. Namun, rekan-rekan menyarankan agar proses membuka kotak tersebut direkam. Sang penulis pun menurut.

Setelah melalui beberapa perjuangan, ternyata isi dari kotak tersebut adalah LAPTOP milik sang penulis yang sempat hilang

Sang penulis pun terharu dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan #FruitFamily karena telah mempersembahkan hadiah termahal untuk sang penulis. Si Verdy yang terlibat dalam menyembunyikan laptop sang penulis pun sempat berkata kepada sang penulis bahwa ia ketakutan jika guyonan sang penulis tadi siang adalah kenyataan, ia tak tau harus berbuat apa, karena Si Verdy-lah yang menyembunyikan laptop sang penulis ke dalam tas bass-nya. Si Ricko yang duduk di dekat sang penulis bahkan sempat berpura-pura tidak tahu mengenai keberadaan laptop sang penulis.

(Berfoto bersama dengan hadiah termahal dari #FruitFamily)

Setelah membuka hadiah ‘termahal’, seluruh rekan #FruitFamily menandatangani bantal yang diberikan kepada sang penulis.

(Saling berebutan untuk menandatangani bantal)


(Inilah bantal pemberian #FruitFamily. Atas: karikatur sang penulis yang digambar oleh Tia Kanza. Bawah: Tanda tangan seluruh rekan #FruitFamily)

Huaaaa, ini bantalnya lucu bangeet. Ini bantalnya aku jadiin teman baruku dalam tidurku🙂

…….

Secara keseluruhan, anjangsana ini berakhir sekitar pukul 19.30. Walau anjangsana berakhir, rekan-rekan sang penulis seperti SSM Putri, Ratri, Reza ‘Bun’, Verdy, Irham, Ricko, Tia, dan Lisa bersantai di teras sambil menikmati angin malam

(Rekan-rekan sang penulis bersantai di teras sebelum pulang ke rumah masing-masing)

 

…….

Sekali lagi, sang penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan sang penulis, khususnya dari #FruitFamily yang telah memberikan hadiah yang sangat istimewa dan mengena di kehidupan sang penulis dalam syukuran ulang tahun sang penulis kali ini😀

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s