CSG Goes to Sekatul

(Sang penulis bersama seluruh rekan #FruitFamily setelah kegiatan outbond di Kampung Djowo Sekatul, Kab. Kendal)

Senin, 20 Juni 2011 merupakan hari yang sangat mengharukan bagi sang penulis. Bagaimana tidak, karena hari ini merupakan hari dimana #FruitFamily melakukan perpisahan, hiks. Menurut kami, ini bukan perpisahan, melainkan liburan bersama. Liburan bersama ini sudah dirancang jauh-jauh hari, bahkan beberapa bulan sebelum sang penulis ke negeri kebab (cerita ke negeri kebab nanti saya ceritakan lain waktu).

Awalnya sih pengen ke Malang, tapi kok kelas lain banyak juga yang ke Malang.

Seiring berjalannya waktu, destinasi liburan pun dipilih yang dekat dari Semarang dan tentu saja bersahabat bagi kantong. Maka diputuskan untuk liburan di Kampung Djowo Sekatul yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Semarang. Di sini nantinya kami melakukan outbond sehari penuh dan menginap pada malam harinya.

———————-

(Seluruh rekan putra #FruitFamily [minus sang penulis] berfoto bersama)

(Karena berangkat pagi, maka tak heran bila ada yang sarapan sesampainya di rumah kedua)

Kami bersepakat untuk berangkat dari rumah kedua pukul 6.15 menit. Sebelum itu, sang penulis menjemput Isti dan Bayu di rumahnya masing-masing. Dalam perjalanan menuju ke rumah kedua, si Bayu memesan fried chicken melalui fasilitas drive thru di McD Pandanaran. Sesampainya di rumah kedua, smaga ternyata juga ada rombongan kelas XI IPA 8 (Mesiu) yang akan piknik ke Jogja, bersama Pak Maskur menggunakan bus.

Dalam liburan ke Sekatul, tentu saja kami pun juga mengajak Bu Rochyati selaku wali kelas. Namun, hingga jam yang telah ditentukan, Bu Roch belum juga datang. Ditelpon pun tak diangkat. Lalu,  Pak Bianto yang sekaligus mengantar Irham mencoba berkunjung ke rumah Bu Roch. Saat itu juga anggota rombongan yang lain menuju ke Sekatul terlebih dahulu. Di tengah jalan, si Irham mengirim SMS ke sang penulis yang isinya kurang lebih bahwa Bu Roch sakit batuk, dan bahkan lupa kalo hari ini #FF liburan ke sekatul. Maka diputuskan untuk tidak mengajak Bu Roch mengingat kondisi kesehatan beliau yang tak memungkinkan.

Rombongan #FruitFamily berangkat ke Sekatul menggunakan kurang lebih 4 mobil. Di mobil sang penulis terdapat si Kum, Sapi, Sita, Titak, Isti, dan Bayu. 1 jam kemudian, lebih tepatnya pukul 8 pagi,kami pun tiba di Sekatul dan disambut langsung oleh para instruktur outbond. Di Sekatul ternyata juga ada anak-anak TK dan bapak-bapak Satpol PP yang juga melakukan outbond. Karena ini hari Senin, praktis kawasan Kampung Djowo Sekatul terbilang sepi walau ini sudah memasuki libur sekolah.

(rekan-rekan putri berfoto bersama setelah tiba di Sekatul)

Sesampainya di Sekatul, kami menaruh tas terlebih dahulu di sebuah rumah joglo kecil dan melakukan stretching. Sebenernya sih pengen langsung naruh tas di kamar, berhubung yang ada di Sekatul saat itu baru mas-mas outbond dan petugas marketing juga belum datang, ya sudah Walau untuk menuju ke tempat scretching tanpa memakai alas kaki, kami tetap semangat. Yang penting kebersamaannya.

(suasana stretching awal yang semangat)

Setelah tiba di tempat scretching, seluruh rekan berbaris 6 banjar. Setelah barisan siap, acara scretching pun dimulai, namun terlebih dahulu diawali dengan pengenalan mas-mas outbond, yang sang penulis inget namanya mas Rafa, dia adalah leader instruktur dalam rombongan kami. Stretching pertama adalah melatih konsentrasi, di mana setiap anak diwajibkan bergerak kebalikan dengan instruktur. Jika instruktur bergerak ke samping kiri, maka para peserta bergerak ke samping kanan. Begitu juga jika instruktur melambaikan tangan kiri, para peserta justru melambaikan tangan kanan. Jika ada salah satu peserta yang salah gerakan (mengikuti gerakan yang sama dengan instruktur) maka satu barisan barisan ikut kena getahnya. Apa hukumannya? Hukumannya dikasih bedak sebanyak-banyaknya. Jangan heran jika scretching ini walau menyenangkan juga sangat menegangkan.

(Atas: Si Riska dengan wajah berlumuran bedak, bawah: Si Tia memberikan bedak ke Windha sebagai hukuman atas kesalahan dalam gerakan)

Stretching berikutnya adalah kata saprol. Maksudnya gimana ndan? Para peserta harus bergerak menuruti instruktur dengan imbuhan kata saprol. Misalnya “Kata saprol, hadap kiri”, maka peserta harus menghadap ke kiri. Jika instruktur berkata “hadap kiri” dan tidak ada imbuhan kata saprol, maka peserta tidak boleh bergerak. Lagi-lagi, ini adalah stretchingmelatih konsentrasi. Dalam kata saprol, banyak sekali rekan sang penulis yang melakukan kesalahan sehingga mendapat hukuman.

(Bersiap dan was-was mendengarkan instruksi kata saprol berikutnya)

Cukup dengan kata saprol, saatnya bermain ukur-ukuran, menurut kategori. Ukur-ukuran di streching ini tidak hanya mengurutkan tinggi dari setiap rekan, tetapi juga mengurutkan berat badan, nomor rumah, hingga ukuran sepatu. Setiap anak harus mengurutkan ukuran bedasarkan kategori tertentu dengan waktu hanya kurang dari 10 detik dalam satu barisan. Bisa dibayangkan bagaimana kekacauan yang terjadi dalam proses pengurutan jika tidak saling bertanya satu sama lain. Jika ada salah seorang anak yang salah mengurutkan, maka anak tersebut dan sisa anak yang ada di barisan belakangnya gugur. Di kategori mengurutkan nomor rumah banyak rekan sang penulis yang kurang teliti mengurutkan sehingga mendapat hukuman. Hukumannya adalah membayangkan menulis sebuah huruf dengan menggunakan mulut dengan tangan di belakang,

(Suasana mengurutkan yang sangat cepat dan membutuhkan ketelitian)

Setelah puas mengurut-urutkan, maka saatnya berjoged bersama. Para instruktur menyetel lagu yang sangat pas untuk berjoged. Namun, yang memimpin tarian alias berjoged bukan instrukturnya lagi, namun adalah salah satu dari rekan sang penulis. Maka sang instruktur langsung memilih salah satu orang yang ‘beruntung’ untuk memimpin rekan-rekan yang lain dan juga para instruktur.

“Kupikir-pikir satu dua tiga….kupikir-pikir satu dua tiga,”nyanyian sang instuktur dalam proses pencarian orang.

Kemudian, dapatlah sang instruktur seorang anak untuk memimpin jogedan. Tidak lain adalah si Luthfi atau yang biasa kami panggil dengan sebutan Wono. Begitu musik diputar, si Wono langsung semangat berjoget, rekan-rekan yang lain tidak mau ketinggalan mengikuti gerakan si Wono walau sampai berdiri dan berjongkok berulang-ulang. Puas dengan si Wono, sang instruktur memilih ‘mangsa’ baru dengan nyanyiannya. Dapatlah si Irham untuk melanjutkan tugas si Wono.

Si Irham tampaknya juga sangat semangat dalam memimpin rekan-rekannya yang lain. Setelah si Irham, sang instruktur memilih satu orang terakhir unutk melanjutkan tugas si Irham dan Wono. Kini, si Camelia atau yang biasa kami panggil dengan Londo terpilih untuk mempimpin jogedan. Selama memimpin jogedan, si Londo bingung sehingga rekan-rekan yang lain juga bingung. Gerakan si Londo walau asal-asalan tetap memberi energi bagi peserta yang lain.

(Atas: si Irham dalam memimpin jogedan. Bawah: si Camelia ‘Londo’ yang sangat semangat memimpin teman-temannya untuk berjoged)

Setelah puas berjoged bersama, seluruh rekan yang terdiri dari 31 anak (minus sang penulis karena sang penulis hanya meliput saja) kemudian dibagi menjadi 3 kelompok, dan setelah pembagian kelompok dilakukan pembuatan yel. Beberapa menit kemudian, jadilah 3 grup yang  bernama Kates Unyu, Singgat, dan Osaka.

Jan kreatip tenan.

Setelah pembuatan yel, setiap kelompok melakukan stretching terakhir yaitu mentransfer hula-hup dengan saling menggenggam tangan anggota kelompok. Walau terlihat mudah, stretching ini membutuhkan kerjasama yang kuat.

(Si Bayu dan Ratri sedang mentransfer hula hup yang terbuat dari bambu)

Akhirnya, stretching pun selesai. Kami pun kemudian diajak untuk bermain rakit. Sebelum bermain rakit, si Sangaji dan Yaris ternyata sedang ‘berlomba’ saling menatap.

(Saling menatap satu sama lain. Kurang kerjaan banget -_- )

Pada permainan rakit, setiap kelompok mengirimkan 2 orang dan duduk di sebuah ban yang sudah diikat dengan bambu, didayung menggunakan tangan menuju ke sebuah ‘pit stop’. Kemudian, 2 orang yang lain dari kelompok tersebut melanjutkan misi 2 orang sebelumnya dan mendayung ke ‘pit stop’. Kemudian, seluruh peserta dari masing-masing kelompok kembali ke tempat asal setelah menunggu di ‘pit stop’

(Atas: Si Aji dan Riko mendayun ban, Bawah: Si Wono dan Cino mendayung dengan penuh kebahagiaan)

(Menunggu rekan kelompoknya di ‘pit stop’)

Ada peristiwa yang menarik dari permainan mendayung ban. Si Verdy dan Dyan jatuh saat akan kembali ke tempat asal dari ‘pit stop’ kelompoknya. Hal ini disebabkan karena rakit yang mereka gunakan tidak seimbang sehingga mereka jatuh. Mereka pun basah kuyup. Hal ini tentunya mengundang tawa dari seluruh rekan #FruitFamily.

(detik-detik si Verdy dan Dyan jatuh)

Akhirnya, telah didapatkan pemenang dari permainan rakit yaitu kelompok……. Saatnya berlanjut ke permainan lain. Untuk menuju ke tempat permainan tersebut kami harus menyebrangi sungai. Permainan lain yang sang penulis maksud adalah memukul kentongan. Namun sebelumnya melakukan stretching ringan, saling memijat satu sama lain Permainannya kayaknya gampang ndan… Jangan salah, kentongan diletakkan di ketinggian tertentu. Sehingga, untuk dapat mencapai kentongan tersebut setiap kelompok berlomba-lomba untuk membuat piramid manusia. Tempat kentongan tersebut ada di atas kolam berlumpur. Wow.

(Bersiap untuk memukul kentongan)

Mulailah sang instruktur membunyikan sirine sebagai tanda bahwa permainan telah dimulai. Masing-masing kelompok berlomba-lomba untuk mencapai kentongan bagaimanapun caranya.

Terkena lumpur pun tak masalah yang penting bisa.

Kurang dari 1 menit, kelompok Osaka berhasil memenangkan rintangan dengan bantuan si Ratri disusul kelompok Singgat. Sangat mengejutkan! Namun, kelompok Kates Unyu mengalami kesulitan. Si Gatya saat akan memukul kentongan, tongkat pemukulnya tidak mengenai kentongan. Karena gagal, si Gatya memutuskan untuk turun. Saat akan turun si Gatya ketakutan dan berteriak “mamaaa”. Sang instruktur pun menyarankan untuk memukul kentongan yang lain. Si Sapi yang menanggung ‘beban’ anggota kelompoknya mengalami kram.

Setelah bermain memukul kentongan, kini para peserta outbond diajak terjun ke sungai untuk bermain pipa bocor. Setiap kelompok harus mengeluarkan bola dari dalam pipa yang sudah dilubangi di banyak titik dan pipa tersebut harus diisi air. Untuk menahan aliran air dari lubang, setiap anggota kelompok harus menggunakan anggota tubuhnya. Permainan pun dimulai. 10 menit berselang, para peserta tampak antusias. Bahkan saking semangatnya, sang instruktur memperbolehkan menggunakan kaos.

Sang instruktur berkata “Ini pertama kalinya saya membimbing rombongan yang penuh semangat dan antusias tinggi.Kalo yang lain, permainan seperti ini (pipa bocor), beberapa menit kemudian langsung tepar, yang ini (#FruitFamily) beda.”

(beberapa snapshot yang diambil saat melakukan permainan pipa bocor)

Ternyata, pemenang dalam lomba pipa bocor adalah kelompok Kates Unyu. Sang instruktur pun menyeletuk ” Akhirnya tim yang tidak menang-menang pun kini akhirnya menang”

Setelah puas berbasah-basahan dalam permainan pipa bocor saatnya berfoto bersama.

(berfoto bersama setelah melakukan permainan pipa bocor)

Setelah puas berfoto bersama,  kami pun diajak oleh instruktur untuk menyusuri sungai dan menuju ke sebuah sawah. Para anggota rombongan berjalan sangat berhati-hati karena jalur yang dilalui cukup licin dan agak menyakitkan. Bahkan sang penulis pun hampir terpeleset. Si Sangaji pun membantu membawakan DSLR sang penulis.

(Menyusuri sungai menuju sawah. Sangat licin)

Akhirnya, tibalah kami di sebuah pondok beralaskan tanah (bisa dibilang saung). Di saung ini, kami melakukan streching ringan seperti di streching awal. Seperti pada aturan streching sebelumnya, yang melakukan kesalahan kini disiram dengan air.

Cukup dengan streching yang membuat kami kembali fokus, kini saatnya kami menjajal permainan lain. Permainan selanjutnya yaitu membajak sawah. Satu orang di kelompoknya menjadi pembajak, kemudian seluruh anggota kelompok menarik temannya. Sangat berlumpur! Beberapa rekan bahkan mengeluhkan kakinya lecet dan bajunya kotor. Itulah bajak sawah

(Suasana permainan bajak sawah yang sangat seru)

Setelah permainan bajak sawah, kini kami menjajal permainan kaki seribu.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang, saatnya kami beristirahat dan makan siang. Istirahat makan siang dilangsungkan di joglo tempat kami menaruh tas. Entah lapar atau apa, para anggota rombongan berlarian menuju joglo. Selain makan siang tentunya kami tidak lupa untuk ganti baju dan mandi.

(berlari menuju tempat makan)

Setelah makan siang, kami melanjutkan outbond kering yaitu flying fox dan spider web. Flying fox di Sekatul panjang lintasannya kira-kira 5 meter dan menuruni lembah. Seluruh anggota rombongan menjajal permainan ini kecuali sang penulis dan Bayu dengan alasan ketakutan. Sang Penulis dan Bayu dengan terpaksa hanya menyaksikan ekspresi  para anggota rombongan yang bermain flying fox dari bawah.

(Beberapa snapsot ekpresi rekan-rekan sang penulis saat menjajal flying fox)

Menunggu itu sebenarnya membosankan, tapi itu tak berlaku bagi sang penulis, karena selama menunggu rekan-rekan yang lain melakukan flying fox, sang penulis justru melakukan candid shot yang menghasilkan ekspresi yang tak karuan lucu. Setelah dari flying fox, permainan outbond kering yang terakhir adalah spider web. Walau hanya melewati jaring-jaring layaknya laba-laba, namun tetapi dibutuhkan kehati-hatian agar tubuh seimbang.

(Snapshot saat melakukan spider web)

Namun, saat sedang mengambil beberapa gambar, rekan-rekan sang penulis berusaha membujuk sang penulis untuk mencoba permainan ini. Tanpa pikir panjang, sang penulis pun mengiyakan. Belum pernah sang penulis menjajal spider web di Sekaltul.

(Sang penulis saat menjajal spider web)

Dengan berakhirnya permainan spider web, selesailah sudah rangkaian kegiatan outbond kami di Sekatul. Setelah dari permainan spider web, seluruh rekan #FruitFamily berfoto bersama dan kemudian menuju ke pendopo untuk melakukan review kegiatan bersama para instruktur.

Di pendopo, selain melakukan review kegiatan outbond, para instruktur juga membagikan award kepada tim terbaik. Tim terbaik jatuh pada tim Singgat. Hadiahnya? Suvenir dari Sekatul berupa alat pijat. Setelah Seluruh anggota tim Singgat menerima hadiahnya, sang instruktur menyuruh seluruh anggota Singgat untuk berjoget. Tentunya hal ini mengundang tawa oleh seluruh rekan #FruitFamily.

(Salah seorang anggota tim Singgat, si Luthfi, berjoget, dan gerakannya diiukuti oleh anggota rekannya)

Selain memberikan award kepada tim terbaik, sang instruktur juga memberikan award kepada sang penulis karena menurut sang instruktur sang penulis sudah berkorban demi rekan-rekannya.

Asal melihat yang lain senang itu sudah cukup…

Si Verdy juga mendapatkan award dari sang instruktur karena anak ini ‘spesial’ di mata para instruktur.

Pembagian award pun selesai. Kini saatnya mengucapkan salam perpisahan kepada para instruktur dan saling mengucapkan terima kasih satu sama lain dengan berjabat tangan, tentunya diselingi dengan menyanyikan lagu.

Rasa haru pun tumpah…..

——————-

Malam harinya, setelah makan malam, seluruh rekan #FruitFamily berkumpul di pendopo gede. Pendopo ini sebenarnya adalah lobinya Sekatul. Namun, karena malam hari itu hanya #FruitFamily yang berada di Sekatul, maka pendopo ini langsung disulap menjadi bioskop dadakan. Staf Sekatul menyediakan DLP Projector lengkap dengan sound system dan screen.

Agenda malam hari di pendopo tidak lain dan tidak bukan adalah penayangan perdana (premiere) film dokumentasi saat liburan bersama ke Bali yang bertajuk Eat Pray Sleep.

Saat film mulai diputar, tepuk tangan mulai bergemuruh.

Penantian panjang rekan-rekan #FruitFamily selama 6 bulan terbayar sudah.

Decak kagum dan tawa pun mewarnai suasana premiere. Sambil menonton, beberapa dari rekan #FruitFamily menikmati segelas teh hangat untuk mengusir hawa dingin.

Ini yang jadi tokoh utamanya si Yaris ya, kok kebanyakan yang di-shoot si Yaris.

(beberapa snapshot pada adegan dalam film dokumentasi selama liburan di Bali)

Satu setengah jam berlalu, Eat Pray Sleep pun akhirnya selesai. Kini, setelah menonton film, rekan-rekan #FruitFamily disuguhi dengan hiburan lain yaitu kuis. Yang bertindak sebagai pembawa acara tidak lain adalah sang penulis bersama Sangaji. Pertanyaan yang diajukan dalam kuis adalah pertanyaan seputar #FruitFamily (baik mengenai nama tokoh, hobi, tebak foto) hingga pertanyaan mengenai lokasi wisata di Jakarta dan Istanbul.

(Sang penulis saat memandu rekan-rekannya dalam acara kuis)

(Si Darian, Dyan, dan Irham saat menjawab pertanyaan dalam babak final kuis)

Setelah kuis, rekan-rekan #FruitFamily melihat foto dan video selama kegiatan outbond tadi pagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, saatnya kami semua kembali ke kamar untuk tidur. Beberapa dari rekan-rekan sang penulis bahkan bermain kartu terlebih dahulu hingga jam 3 pagi sebelum akhirnya tidur.

Besok paginya, kami semua merapikan barang bawaan kami karena siang nanti kami harus kembali ke Semarang. Sebelum itu, kami semua sarapan terlebih dahulu dengan menu pecel lengkap dengan telur mata sapi dan mendoan.

(Suasana rekan-rekan #FruitFamily saat sarapan)

Setelah sarapan, seluruh rekan-rekan #FruitFamily ingin mengabadikan momen terakhirnya di Sekatul dengan berfoto ria.

(Rekan-rekan putri berfoto bersama di area bermain. Serasa menjadi anak kecil kembali)

(Amalia Dwi Ariska [kiri] dan Nabila Rachma berpose layaknya bintang sampul majalah)

(Berfoto bersama di dalam kamar)

(Diambil menggunakan continuous shot, bertempat di sebuah pendopo. Serasa menjadi keluarga keraton)

Pukul 10.00, mobil jemputan pun datang dan saatnya kami pulang menuju Semarang. Terima kasih kepada #FruitFamily yang telah mengisi awal liburan kenaikan kelas ini menjadi sangat bermakna. Kenangan di Sekatul sangat mengena di hati, sulit untuk dilupakan begitu saja. Selamat liburan semuanya!

“Libur 3 minggu…awal liburannya saja sudah meriah seperti ini. Sisa liburan harus dimanfaatkan betul!”

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s