Tips Terbang Nyaman ala Si Ghamdan

tulisan ini telah diupdate per 9 September 2015

(Berpergian dengan pesawat bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan bila dipersiapkan secara matang dan cermat)

Pernahkah pembaca yang budiman saat berpergian dengan pesawat merasa ada yang mengganjal atau mungkin tidak nyaman? Bisa jadi hal itu terjadi karena tidak dipersiapkan secara matang atau mempersiapkannya secara tergesa-gesa.

Beberapa hari yang lalu, sang penulis mendapatkan pesan di BlackBerry Messenger dari salah seorang rekan penulis yang saat ini sedang melanjutkan studinya di sebuah universitas di Yogyakarta. Pertanyaannya cukup sederhana: “Ndan, bagaimana cara naik pesawat? Aku belum pernah naik sama sekali soalnya”

Dari pertanyaan rekan sang penulis itulah, sang penulis terinspirasi ingin memberikan tips dan trik terbang nyaman agar kita tiba di destinasi dengan bahagia dan lega.

Namun, sebelum masuk ke pembahasan, pernahkah pembaca yang budiman mendengar istilah maskapai Low Cost Carrier dan Full Service namun belum mengetahui arti yang sesungguhnya?

Low Cost Carrier (LCC [istilah lainnya budget airline]) itu bisa dianggap seperti value added carrier, bahasa kasarnya dikit-dikit bayar. Pay as you get (bayar sesuai yang kita dapat). Mau memasukkan bagasi, bayar. Mau mendapatkan makan, bayar. Mau memesan kursi, juga bayar. LCC di Indonesia contohnya adalah QZ (AirAsia Indonesia) dan QG (Citilink)

Jika pembaca yang budiman menyebut JT (Lion Air) adalah LCC, sang penulis masih merasa maskapai ini abu-abu. Mengapa? Di satu sisi JT harga tiketnya cukup murah dan tidak ada pelayanan in-flight (kalau mau beli snack atau air mineral dipatok 10 ribu), namun di sisi lain menggratiskan bagasi sebesar 15kg.

Intinya, jika kita ingin menikmati semua fasilitas yang ada di LCC, itu sama saja kita menikmati fasilitas full service seperti GA (Garuda Indonesia)

PREPARATION

1. TIKET & VISA

Langkah yang paling awal sebelum mencari dan membeli tiket adalah menentukan destinasi dan tanggal yang diinginkan.

Setelah kita memutuskan destinasi dan tanggal yang diinginkan, kini saatnya kita untuk berburu tiket. Sang penulis menyarankan agar mencari dan membeli tiket melalui internet di website maskapai yang bersangkutan. Dari pengalaman sang penulis, harga yang ada di website dengan yang di biro travel terkadang selisihnya bisa jauh.

Pembayaran melalui website kini sudah terdapat banyak opsi, mulai dari kartu kredit, ATM/debit, bayar di minimarket, hingga internet banking seperti Klik BCA (tergantung dari pihak maskapai)

Belilah TIKET SESUAI IDENTITAS (KTP/SIM/PASPOR/KARTU PELAJAR). Bagi pembaca yang akan berpergian ke luar negeri, nama yang tertera di tiket HARUS SAMA dengan nama yang ada di PASPOR!

INFO: Bagi pembaca yang memiliki satu kata saja di dalam nama pembaca, untuk memesan tiket wajib diulang namanya.

Misal nama pembaca adalah Bagus. Maka pada saat reservasi, untuk mengisi nama depan ketikkan Bagus dan nama belakang ketikkan juga Bagus.

Saat ini, penerbangan domestik dan internasional yang berangkat dari tanah air sudah termasuk airport tax.

(Selalu bandingkan harga tiket sebelum memesan)

Bandingkan harga dari setiap maskapai dengan seksama. O iya, terkadang di website maskapai terdapat promo atau diskon ke destinasi tertentu, syukur-syukur destinasi yang kita inginkan. Manfaatkanlah promo dari website maskapai tersebut. Promo yang ditawarkan dari pihak maskapai biasanya sering diumumkan melalui sosial media seperti twitter, facebook atau melalui media cetak.

Jika ada pameran TRAVEL FAIR, manfaatkanlah juga event tersebut. Maskapai yang mengikuti travel fair atau yang menyelenggarakan travel fair biasanya membanting harga tiket besar-besaran.

Patut diingat, CARILAH TIKET JAUH-JAUH HARI SEBELUM HARI KEBERANGKATAN, minimal 2-3 minggu sebelum keberangkatan. Terutama pada saat musim liburan, carilah tiket minimal sebulan sebelumnya. Dikhawatirkan saat seminggu sebelum keberangkatan, harga tiket akan naik.

Setelah kita membeli tiket, kita akan mendapatkan nomor e-ticket dan Kode Reservasi (Booking Reference). Simpan baik-baik bilamana hard copy tiket hilang, kita bisa mengeprint tiket dengan memasukkan kode reservasi.

etiket(Catat dan ingatlah selalu bagian yang dilingkari pada salinan e-ticket. Booking Reference (kode reservasi) biasanya terdiri dari kumpulan huruf dan angka unik)

Jangan lupa untuk mencetak e-ticket dan membuat salinannya baik dalam bentuk digital dan dicetak untuk berjaga-jaga. Simpan baik-baik.

Jika Anda berpergian menuju luar negeri, pastikan seluruh dokumen yang disyaratkan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari seperti paspor dan visa.

Nah…untuk urusan visa, ada negara yang jika kita masuki bebas visa artinya cukup bermodalkan paspor sudah cukup, kemudian ada negara yang harus membayar visa on arrival setibanya di bandara tujuan, dan yang terakhir harus memegang visa resmi sebelum masuk ke negara tujuan.

Contoh negara yang menganut bebas visa bagi WNI  adalah Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Laos, Hong Kong, Macau, Sri Lanka, Maladewa

Negara yang menganut visa on arrival bagi WNI contohnya adalah Turki, Nepal, Yordania, India

Negara yang harus mengurus visa resmi sebelum masuk ke negara tujuan bagi WNI contohnya adalah China, Jepang, Korea, Amerika Serikat, Negara Anggota Uni Eropa, Australia, Selandia Baru

Patut diingat, walau Inggris termasuk negara anggota Uni Eropa, untuk urusan visa, Inggris tidak termasuk dalam visa SCHENGEN (visa uni eropa). Sehingga, jika kita akan berpergian ke negara di Eropa daratan (seperti Perancis, Belanda, Jerman dll) dan Inggris, kita harus mengurus visa baik visa SCHENGEN maupun visa INGGRIS.

  2.     SPECIAL MEAL & OTHER REQUEST

 

(Sang penulis saat menikmati hidangan di pesawat)

Bagi pembaca yang budiman yang akan terbang ke negeri nun jauh pastinya sering terbesit pertanyaan bagaimana makanan yang disediakan oleh maskapai, apakah halal atau tidak. Tenang, mayoritas maskapai di dunia kini telah menyediakan fasilitas Special Meal, termasuk MOML (Moslem Meal). Bagaimana cara mendapatkannya? Kita harus melakukan request special meal terlebih dahulu saat reservasi agar permintaan kita tercatat. Jangan sampai kita tidak memesan special meal dan kita tak mendapatkan meal sesuai keinginan.

Jauh-jauh terbang malah engga makan gara-gara makanannya mengandung babi kan ya engga lucu.

Untuk mengetahui daftar special meal yang disediakan pihak maskapai, para pembaca yang budiman bisa mengecek daftarnya di website maskapai yang bersangkutan. Pada umumnya, special meal terdiri dari Baby, Infant, and Child Meals, Religious Meals (Moslem, Kosher, Hindhu), Vegetarian Meals, dan Dietary Meals.

Yang lebih enak, jika kita memesan special meal, hidangan akan disajikan lebih dulu dari penumpang lain yang tidak memesan special meal.

Dari pengalaman…MOML itu lauknya lauk india, jadi siap-siap aja ya makan roti cane.

Kalau kita naik GA, MH (Malaysia Airlines), TK (Turkish Airlines), dan maskapai timur tengah seperti EK (Emirates), EY (Etihad), QR (Qatar Airways), SV (Saudia), makanannya sudah pasti kehalalannya, dan lauknya lebih manusiawi.

Bagi pembaca budiman yang akan berpergian dengan kolega yang sudah sepuh (lanjut usia) yang jika berjalan mungkin sudah kelelahan atau tak kuat, disarankan untuk melakukan wheelchair request saat reservasi. Saat di bandara, petugas darat dari maskapai yang bersangkutan akan menyiapkan kursi roda untuk kolega pembaca yang sudah lanjut usia.

Mengenai kursi roda, tiap maskapai memiliki kebijakan tersendiri. Silakan hubungi perwakilan maskapai yang pembaca gunakan. Beberapa waktu lalu, sang penulis mendapatkan informasi melalui email bahwa jika menggunakan kursi roda di Lion Group (JT (Lion), ID (Batik), IW (Wings)) dikenakan biaya 50 ribu rupiah untuk domestik.

Tentu saja, karena menggunakan wheelchair, penumpang yang lanjut usia beserta penanggungjawabnya akan boarding (masuk pesawat) terlebih dahulu dan disembark (keluar pesawat) terakhir dari penumpang yang lain. Hal ini juga berlaku bagi penumpang yang membawa infant/bayi dengan kereta dorong.

3.    BARANG BAWAAN & KEPERLUAN LAIN

Bagi yang ingin berlibur ala backpaker, membawa tas ransel sepertinya sudah cukup. Namun, bagaimana bila kita akan membawa bagasi?

(Contoh barang bawaan yang disarankan sang penulis (terdiri dari ransel, tas kecil, dan koper) apabila pembaca akan berpergian dengan membawa bagasi)

Urusan bagasi termasuk urusan yang terkadang membuat pusing kepala apalagi khawatir jika bagasi kita melebihi jatah yang diberikan dari maskapai (umumnya 20kg/penumpang [kelas ekonomi]). Kalau kita menggunakan maskapai LCC seperti AirAsia Group, bagi yang membawa bagasi, kita diwajibkan untuk membayar jatah bagasi sesuai keperluan.

Jika pembaca ingin menggunakan koper, disarankan menggunakan koper yang bisa berputar 360 derajat (seperti yang berwarna oranye) agar nyaman dibawa. Jika tak memiliki koper 360 derajat, saat di bandara langsung gunakan troli agar kita tak kelelahan dalam membawa koper.

Buatlah checklist untuk setiap barang yang dibawa. Bawalah barang bawaan sesuai kebutuhan.

Simpan benda-benda kecil seperti handphone, dompet, jam tangan, paspor di tas tenteng seperti tas berwarna hitam agar mudah diakses. Buatlah salinan paspor, kartu identitas dan simpan di tempat yang aman.

Bagi pembaca budiman yang akan berpergian ke negeri nun jauh, hal yang sangat penting adalah pastikan colokan listrik yang digunakan di negara tujuan. Siapkanlah adaptor sesuai colokan di negeri tujuan dan bawalah terminal jika akan menggunakan barang elektronik lebih dari satu.

Tukarkanlah rupiah ke mata uang negara tujuan jauh-jauh hari di pedagang valuta asing, jangan di bandara! Selisih kurs-nya bisa sangat jauh.

Kalau mau praktis, tukarkan langsung di ATM setibanya di negara tujuan, karena kurs selalu mengikuti perkembangan, tapi siap-siap kena biaya administrasi ya.

Untuk komunikasi di negeri nun jauh, sang penulis menyarankan agar membeli nomor seluler lokal agar jatuhnya tidak mahal (kalau menelepon pake kartu kita dari tanah air yang roaming, apalagi nerima dari tanah air, buset jatuhnya mahal). Masalah internet,  gunakanlah fasilitas wi-fi yang tersedia hotel atau restoran. Urusan chatting, pakailah juga Wi-Fi atau jika pembaca mempunyai duit berlebih,  silakan mendaftar paket roaming.

D-1 (SEHARI/SEMALAM SEBELUM TERBANG)

O iya pembaca yang budiman, beberapa maskapai kini telah menyediakan alternatif check-in selain datang langsung ke bandara seperti internet check-in dan city check-in. Alternatif ini biasanya dapat digunakan 24 jam hingga 4 jam sebelum waktu keberangkatan. Gunakanlah fasilitas internet check-in melalui website maskapai yang bersangkutan. Biasanya kita menginput kode booking dan nama belakang  terlebih dahulu sebelum memulai proses check-in. Maskapai dalam negeri yang menyediakan internet check-in antara lain GA, JT, QZ, QG, ID.

TIPS : Jika pembaca melakukan internet check-in, cetak juga boarding pass yang telah tersedia dari website maskapainya. Terkadang, jika kita tidak membawa bagasi namun sudah membawa boarding pass yang telah dicetak sebelumnya, pembaca langsung masuk ke ruang tunggu.

(Layanan web check-in yang disediakan oleh salah satu maskapai nasional)

City check-in merupakan alternatif check-in dengan cara  kita datang ke kantor perwakilan maskapai yang bersangkutan untuk melakukan check-in dengan menunjukkan e-ticket atau menyebutkan kode booking, dan tentu saja identitas diri. Maskapai GA telah menerapkan sistem city check-in.

Dengan adanya alternatif check-in, kita dapat memesan kursi terlebih dahulu, dan kita datang ke bandara sudah memegang boarding pass dan tinggal menaruh bagasi.

Berikutnya, hal yang satu ini, walau terbilang sepele, sangat berpengaruh besar dalam kondisi kita saat besok melakukan perjalanan, ISTIRAHAT. Jika pembaca yang budiman akan terbang pada besok hari, entah itu long haul (jarak jauh) maupun short haul (jarak pendek), tidurlah lebih awal jika memungkinkan agar kondisi badan saat kita berpergian besok dalam keadaan fit.

Sebelum tidur, SEKALI LAGI CEK BARANG BAWAAN YANG ADA DI DALAM CHECKLIST! JANGAN MENGECEK BARANG BAWAAN SAAT HARI-H SEBELUM BERANGKAT KE BANDARA.

Pakailah gembok/kunci pengaman pada koper untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Jika memungkinkan, pakailah gembok TSA yang memiliki kualitas terjamin

Sekali lagi, jangan menaruh barang berharga seperti uang/laptop/perhiasan/surat penting ke dalam koper/bagasi. Taruhlah ke dalam ransel.

Selalu junjung tinggi prinsip ‘bisa diliat, bisa dipegang’ untuk barang berharga. Pastikan barang berharga selalu dalam pengawasan kita, jika bisa, taruhlah ransel yang berisi barang berharga di bawah kursi di depan Anda agar lebih mudah diawasi.

Yang memilki gadget seperti smartphone, tablet, kamera, dll. isi baterai (charge) saat akan tidur. Kalau perlu, belilah charger portabel, powerbank, atau baterai tambahan untuk berjaga-jaga sepanjang perjalanan.

Siapkanlah pakaian yang akan digunakan dalam perjalanan esok hari. Pakailah pakaian dengan bahan yang nyaman dipakai namun tetap menjunjung tinggi estetika dan sesuaikan dengan iklim destinasi tujuan.

SAAT DI BANDARA

(Suasana sebuah loket check-in di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng)

Oke pembaca yang budiman, kini saatnya kita untuk berangkat ke bandara.

Yeeeeeeeeey, akhirnya tiba juga momen ke bandara.

Eiiits, tunggu dulu!

Sebelum berangkat ke bandara, tak ada salahnya kita untuk sarapan/makan siang/makan malam terlebih dahulu.

Jika kita akan pergi ke bandara, sang penulis menyarankan untuk tiba di bandara 2 jam –  1,5 jam sebelum waktu keberangkatan untuk menghindari hal yang tak diinginkan (berlaku bagi yang sudah melakukan check-in melalui cara alternatif maupun yang akan check-in langsung di bandara).

Bagi yang akan berpergian ke negeri nun jauh, kalau bisa 2,5 jam sebelum waktu keberangkatan sudah tiba di bandara untuk menghindari antrian saat di imigrasi

(Berpamitan dengan sanak saudaralah sebelum berangkat)

Jika pembaca yang budiman membawa banyak barang dan ingin menggunakan jasa porter (tukang angkut barang), segera panggil dan dengan sigap sang porter akan langsung membawakan barang bawaan pembaca ke loket check-in. Biasanya porter dapat ditemukan di dekat pintu masuk. Biaya yang diberikan untuk porter biasanya minimal 20 – 50 ribu rupiah tergantung banyaknya barang yang dibawa.

Begitu kita tiba di bandara, langkah pertama yang akan kita lalui adalah melewati security check tahap pertama di pintu masuk. Sang penulis menyarankan untuk menyimpan handphone, jam tangan, dan benda yang berbau logam di tas kecil / ransel agar tidak repot  saat akan mengambil tas setelah di scan dengan x-ray oleh petugas keamanan bandara.

Setelah lolos dari security check tahap pertama, bagi pembaca yang belum melakukan check-in, segera lakukan check-in di loket maskapai yang bersangkutan. Sebagai catatan, bila pembaca menggunakan AirAsia (entah itu AK (AirAsia Malaysia); QZ (Indonesia AirAsia, dsb.), diwajibkan untuk check-in online karena check-in langsung di bandara dikenakan biaya.

Bagi pembaca yang membawa bagasi berupa kardus berisi barang yang mudah rusak seperti makanan, beling atau koper yang mungkin sudah agak rusak, langsung saja bagasi tersebut di wrapping (dibungkus) ke jasa penyedia wrapping. Biayanya bervariasi, biasanya mulai dari 50 ribu rupiah per barang (besar/kecil sama).

Selanjutnya, kita sambangi loket check-in maskapai yang bersangkutan. Saat check-in, siapkanlah bukti identitas diri dan e-tiket yang sudah diprint.  Jangan lupa untuk mengatakan kepada ground staff bila pembaca membawa bagasi berupa barang yang mudah rusak agar diberi label ‘FRAGILE’.

Tips: bagi pembaca yang mungkin sering ke WC dan yang ingin keluar dari pesawat lebih cepat, mintalah kursi di gang. Jika pembaca ingin bersantai, tidur, dan tidak ingin diganggu sepanjang perjalanan, mintalah kursi di jendela.

(Contoh boarding pass dari sebuah maskapai dalam negeri)

Setelah check-in, jangan lupa untuk menyimpan baggage tag untuk bukti pengambilan bagasi, dan yang terpenting jangan lupa untuk menyimpan selalu BOARDING PASS (bukti untuk masuk pesawat)!

Saat ini, airport tax sudah termasuk ke dalam tiket domestik maupun internasional yang berangkat dari tanah air. Kita tidak perlu menyiapkan uang untuk airport tax.

(Selalu cek informasi penerbangan di screen agar kita tidak terlambat untuk boarding)

Kini saatnya kita untuk masuk ke dalam gate (ruang tunggu) yang tertera di BOARDING PASS. Sebelum memasuki gate, kita harus melewati security check tahap dua dimana dalam security check tahap dua para petugas keamanan bandara akan mengecek boarding pass dan mengecek identitas (jika diperlukan).

Patut diingat bagi pembaca yang akan berpergian ke destinasi luar negeri, tidak diperkenankan untuk membawa cairan lebih dari 100ml (kecuali obat-obatan  medis, makanan/ minuman/susu bayi, dan makanan/ minuman penumpang untuk program diet khusus). Simak selengkapnya peraturan tersebut di sini

Begitu juga bagi pembaca yang akan berpergian ke destinasi domestik dan internasional, jangan sekali-kali membawa benda tajam seperti gunting, cutter, gunting kuku ke dalam bagasi kabin. Bagi yang ingin membawa benda tersebut, disarankan untuk menyimpannya di bagasi.

Saat sang penulis akan pergi ke HK bersama beberapa rekan sang penulis, salah seorang rekan sang penulis membawa fruit tea, dan itu langsung ketahuan. Apesnya, dia juga membawa cutter dan menyimpannya di pensil case.

Setelah melewati security check tahap dua, saatnya kita menuju gate dan menunggu panggilan boarding.

Bagi pembaca yang menggunakan GA atau maskapai internasional seperti SQ, sebelum masuk ke gate, kita akan diminta untuk pengecekan identitas sekali lagi.

Bagi yang akan menunaikan shalat, di dalam gate biasanya sudah disediakan mushala berikut tempat wudhu dan WC.

Sebelum panggilan boarding berkumandang, para pembaca yang ingin menelepon kerabat atau ingin membalas chatting dan menulis update di sosial media, segera lakukan hal tersebut. Saat boarding nanti, para pembaca sudah lega dan langsung mengantri.

Pembaca yang budiman, jika penerbangan anda mengalami delay (keterlambatan), harap tenang dan rileks, Jangan terpancing emosi oleh orang lain. Emosi tak akan menyelesaikan masalah dan hanya membuang tenaga. Cara kita menyikapinya adalah menanyakan kepastian berangkat ke ground staff dan bersabar. Segera mengabarkan kolega bila penerbangan mengalami delay. Sambil menunggu untuk diberangkatkan, disarankan untuk mengganjal perut. Syukur-syukur jika pembaca diberikan makanan oleh pihak maskapai atau diarahkan ke excecutive lounge untuk menunggu. Jika penerbangan mengalami delay karena alasan cuaca, harap dimaklumi, ini demi keselamatan bersama. Jika penerbangan pembaca dicancel, anda berhak untuk mendapatkan refund sesuai ketentuan.

Bila panggilan boarding telah berkumandang, diharapkan pembaca untuk mengantri sesuai arahan dari ground staff. Ayo budayakan mengantri!

(Dengan mengantri, urusan boarding menjadi tertib. Kita senang, semua senang)

Saat boarding, bagi pembaca yang ingin berfoto dengan latar belakang pesawat atau memfoto pesawat secara utuh, diharapkan untuk melakukan hal tersebut secara cepat agar tidak disambangi petugas bandara.

SAAT DI PESAWAT

(Suasana kabin Airbus A330-300 milik Qatar Airways dalam penerbangan menuju Doha)

Begitu kita masuk ke pintu pesawat, biasanya kita disambut oleh pramugari/a dan menanyakan di mana letak kursi yang akan kita duduki. Langsung sebutkan saja nomor kursinya dan dengan senang hati sang pramugari/a menunjukkan letak kursi tersebut.

Setelah menemukan kursi yang tertera di boarding pass, segera taruh bagasi kabin di tempat yang telah disediakan (di rak di atas tempat duduk atau di bawah kursi pembaca).

(Taruhlah bagasi kabin di tempat yang telah disediakan, jangan menghalangi lorong)

Bila ada penumpang yang dengan tidak sengaja duduk di kursi yang jelas-jelas merupakan kursi kita, jangan langsung marah. Cobalah dengan lembut meminta penumpang yang duduk di kursi pembaca untuk menunjukkan boarding pass-nya dan diarahkan ke kursi yang benar. Jika cara ini kurang mempan, segera panggil awak kabin!

Saat duduk di kursi, segera matikan handphone dan gunakan sabuk pengaman. Sebagai penumpang, keselamatan penerbangan juga ada di tangan kita untuk selalu mematuhi peraturan yang ada.

Begitu pintu pesawat sudah ditutup, biasanya awak kabin akan memperagakan atau memutar video mengenai prosedur keselamatan di dalam pesawat. Saksikan dengan seksama!

Jangan lupa berdoa sebelum pesawat take-off agar penerbangan aman dan dilindungi Yang Maha Kuasa. Doa-doa perjalanan biasanya disediakan di kantung kursi atau dicetak di dalam majalah in-flight.

Bagi yang membawa perangkat elektronik pribadi seperti laptop, tablet, dan pemutar musik, perangkat tersebut dapat digunakan setelah pesawat lepas landas dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman telah dipadamkan atau sesuai instruksi dari awak kabin.

(Atas: Tampilan menu awal [antarmuka] sistem hiburan maskapai GA. Bawah: Memantau pergerakan pesawat dari sistem hiburan)

Berikutnya, bagi pembaca yang mungkin tidak membawa perangkat elektronik pribadi cobalah untuk mengutak atik sistem hiburan yang tersedia di dalam pesawat. Sistem hiburan yang menggunakan PTV AVOD (Portable Television, Audio Video On Demand) biasanya menyediakan film Hollywood yang relatif baru dan juga musik yang enak didengar. Tentu saja, kita dapat memantau pergerakan pesawat melalui sistem hiburan tersebut.

Bila di pesawat yang pembaca tumpangi tidak menyediakan sistem hiburan atau terlupa tidak membawa perangkat elektronik pribadi, cobalah membaca in-flight magazine. Biasanya artikel-arikel di dalamnya cukup menarik untuk disimak. Jika tidak ingin membaca, disarankan pembaca untuk tidur jika memungkinkan.

O iya, selama penerbangan, usahakan untuk sering minum air putih, berjalan-jalan di kabin (bila memungkinkan) sambil menggerakkan kaki dan tangan. Hal ini dimaksud agar badan rileks dan tidak kram bahkan kaku. Pakailah juga pelembab kulit agar kulit tidak kering karena terpaan AC terus menerus.

Di tengah-tengah penerbangan, para awak kabin biasanya akan menyajikan hidangan. Bagi yang ingin tambah minum, jangan sungkan-sungkan untuk meminta minumnya direfill. Bahkan, saat hidangan belum disajikan, pembaca juga bisa untuk meminta minum.

Bagi pembaca yang mungkin hobi memotret, tak ada salahnya untuk memotret pemandangan langit atau kabin pesawat sepanjang penerbangan. Namun, untuk memotret kabin pesawat, jangan lupa untuk kula nuwun (permisi) dengan awak kabin, bisa-bisa jika kita tidak permisi, sang awak kabin akan memerintahkan kita untuk menghapus foto.

(Carilah momen yang pas untuk memfoto pemandangan langit. Foto diatas diambil saat dalam penerbangan dari HK menuju Singapura dengan SQ001. Foto bawah diambil saat sunset dalam penerbangan dari Semarang menuju Jakarta dengan GA243)

Kejadian yang tak terduga pasti ada, seperti turbulensi. Jika pesawat mengalami turbulensi, segera pembaca gunakan sabuk pengaman dan jangan panik. Duduk dengan tenang. Jika perlu, bacalah doa-doa.

Jika pesawat akan mendarat, segeralah gunakan sabuk pengaman dan mematikan perangkat elektronik. Jika pembaca yang budiman berpergian ke destinasi internasional, segera isi kartu kedatangan negara tujuan  dan formulir bea cukai (jika ada). Setelah diisi, selipkanlah di dalam paspor.

SAAT TIBA DI DESTINASI TUJUAN

(Suasana di Terminal 2 Changi, Singapura)

Roda pesawat akhirnya menyentuh runway (landasan pacu). Mesin pesawat pun mulai melakukan reverse. Perlahan, laju pesawat semakin pelan. Kemudian, pesawat memulai untuk taxi. Itu artinya, kita tiba di tempat tujuan dengan selamat

Yeeeeeeeeeey.

Tunggu dulu, ini belum akhir dari semuanya.

Setelah pesawat benar-benar berhenti dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman telah dipadamkan, kita dipersilakan untuk mengambil bagasi kabin dan menunggu untuk disembark (keluar dari pesawat).

Jika pembaca agak malas untuk keluar dari pesawat dikarenakan antrian yang penuh sesak, pembaca bisa menunggu paling tidak sampai antrian keluar pesawat mulai sepi.

Yang patut diperhatikan adalah jika pembaca akan melanjutkan perjalanan dengan maskapai yang sama, silakan pembaca harap melapor kepada ground staff maskapai yang bersangkutan di bagian transfer (pindah pesawat). Jika melakukan penerbangan lanjutan, bagasi secara otomatis akan ditransfer menuju pesawat yang akan membawa pembaca menuju destinasi terakhir.

Namun, jika pembaca akan melanjutkan penerbangan dengan maskapai yang berbeda, pembaca harus cepat-cepat untuk mengambil bagasi dan melakukan check-in di maskapai yang pembaca akan gunakan selanjutnya. Syukur-syukur, pembaca sudah melakukan check-in sebelum di bandara transit.

Jika pembaca akan berpindah terminal di Bandara Soekarno-Hatta, gunakanlah shutlle bus yang berwarna kuning. Pembaca dapat menemukannya di titik yang telah ditentukan di setiap sudut terminal.

Jika pembaca hanya melakukan penerbangan biasa, dalam artian hanya ke satu destinasi saja, pembaca cukup langsung menuju ke bagian Baggage Claim (bagi yang membawa bagasi). Bagi pembaca yang tiba di destinasi internasional, sebelum ke baggage claim, pembaca harus melewati imigrasi. Persiapkan dokumen yang disyaratkan dan langsung pegang di tangan, seperti paspor, kartu kedatangan, atau visa.

Bagi pembaca yang tiba di negara yang menganut visa on arrival, segera bayar visa on arrival di loket yang telah tersedia sebelum menuju imigrasi.

(Segera mengabarkan kerabat bila telah tiba di destinasi tujuan dengan selamat)

Jika pembaca membawa bagasi dan telah tiba di Baggage Claim, langsung cari nomor baggage carousel sesuai nomor penerbangan penerbangan (biasanya ditampilkan di screen).

(Atas: carilah nomor belt sesuai nomor penerbangan kita. Bawah: Selalu cek bagasi apakah sesuai dengan nomor yang tertera dan nama yang ada di baggage tag. Hati-hati, banyak bagasi yang mirip)

Setelah mendapatkan bagasi kita, langsung saja kita meninggalkan baggage claim dan menyerahkan baggage tag jika diminta oleh ground staff.

Keluar dari baggage claim, itu artinya selamat datang di destinasi tujuan!

Nah, biasanya, ada hal yang mengganjal setelah kita keluar dari baggage claim, kita dijemput atau tidak. Jika kita tidak dijemput oleh kolega kita, gunakanlah taksi yang benar-benar profesional dengan argo yang terjamin. Sang penulis untuk menyarankan pembaca untuk menggunakan taksi dari Blue Bird Group, Express, atau Gamya.

Di beberapa bandara di tanah air, seperti Semarang, taksi yang tersedia hanyalah taksi yang dioperasikan oleh bandara itu sendiri. Biasanya mereka langsung mematok tarif sesuai alamat dan jarak. Siapkan duit lebih jika menggunakan taksi yang dioperasikan oleh bandara.

Selain taksi, misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, terdapat moda transportasi berupa Bus Damri dengan rute tertentu seperti ke Lebak Bulus, Blok M, Stasiun Gambir, dan sebagainya. Tiketnya sangat terjangkau.

Selain bus, terdapat shuttle dengan tujuan seperti Bandung, Bintaro, BSD, dan sebagainya. Shuttle yang menyediakan rute tersebut biasanya adalah Cipaganti dan X-Trans.

Jika kita tiba di destinasi internasional dan tidak dijemput oleh siapapun, manfaatkanlah moda transportasi seperti MRT, subway, kereta ekspres, dan sejenisnya yang tersedia di bandara. Itung-itung nyicipin. Pastinya kita sudah mengetahui alamat yang akan kita tuju setelah dari bandara

TIPS TAMBAHAN

 

(Sang penulis [kaos biru, paling kiri] di sebuah sudut di Bandara Ataturk, Istanbul)

Ada saran yang cukup unik jika pembaca yang budiman penasaran bagaimana pelayanan dari sebuah maskapai yang akan digunakan, mulai dari pelayanan di darat hingga tiba di destinasi tujuan, silakan ubek-ubek forum aviasi (dunia penerbangan), terutama di bagian Trip Report. Biasanya para penulis di Trip Report sudah merincikan pelayanan maskapai secara detail dari A sampai Z berikut foto yang dapat dijadikan referensi.

Bahkan foto WC pesawat pun dapat ditemukan di dalam Trip Report

Bagi pengoleksi cinderamata dari sebuah maskapai, tak ada salahnya untuk membawa in-flight magazine yang ada di kantong pesawat. Seperti contoh GA yang memperbolehkan penumpangnya untuk membawa in-flight magazine karena di majalah tersebut sudah tertulis ‘YOUR PERSONAL COPY’.

(Beberapa contoh in-flight magazine dari beberapa maskapai)

Seiring berjalannya waktu, jika pembaca yang budiman berkali-kali menggunakan maskapai yang sama, tak ada salahnya untuk mendaftarkan diri sebagai anggota dari frequent flyer maskapai tersebut. Dengan menjadi anggota frequent flyer, setiap kali terbang kita akan mendapatkan poin reward atau yang biasa disebut mileage, di mana mileage tersebut dapat ditukarkan menjadi tiket gratis jika mileage sudah mencukupi. Selain mendapatkan mileage, ada juga fasilitas tambahan seperti loket check-in khusus, prioritas keluarnya bagasi, serta lounge yang diperuntukkan khusus untuk pemegang frequent flyer tingkatan tertentu.

Dengan adanya aliansi maskapai, seperti Star Alliance, Sky Team, dan oneworld, para pembaca yang budiman tak perlu khawatir mengenai mileage yang  akan diberikan walau pembaca yang budiman memiliki kartu keanggotaan frequent flyer dari sebuah maskapai namun berpergian dengan maskapai lain, asalkan kartu keanggotaan frequent flyer maskapai dan maskapailain yang digunakan masih dalam satu aliansi.

Seperti contoh pembaca yang budiman mempunyai kartu anggota KrisFlyer (program frequent flyer SQ) namun akan berpergian ke Istanbul dengan TK (Turkish Airlines) atau ke Frankfurt dengan LH (Lufthansa), poin mileage akan tetap tercatat dan akan dimasukkan ke dalam kartu Krisflyer karena SQ, TK, LH termasuk anggota dari Star Alliance.

LET’S FLY WITH SMART AND WISE. HAVE A SAFE FLIGHT!

3 pemikiran pada “Tips Terbang Nyaman ala Si Ghamdan

Leave a Reply | Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s